Alarm untuk Tembakau Temanggung, Komite Khusus Jadi Harapan Baru buat Petani
📅 Selasa, 22 Apr 2025, 10:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
TEMANGGUNG – Perkembangan tembakau Temanggung mengalami variasi. Di satu sisi, ada tren penurunan luas lahan yang dialokasikan untuk tembakau, terutama di lahan terjal, karena erosi dan kerusakan lingkungan.
Sejak 2020, luas lahan tembakau di Kabupaten Temanggung mengalami penurunan bertahap menjadi 16.000 hektar dari 18.000 hektar pada 2019. Alhasil, pada 2024, luas lahan tanam tembakau di Temanggung kembali berkurang menjadi 14.000 hektar.
Di sisi lain, sebagian petani tembakau juga telah beralih ke tanaman lain seperti cabai, menunjukkan diversifikasi tanaman. Kualitas tembakau Temanggung masih diakui, tetapi kuantitasnya bisa jadi terbatas.
Alih tanam tersebut ditengarai akibat penurunan permintaan dari pabrik rokok. Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi industri rokok, seperti Gudang Garam yang mengalami penuruna omzet sehingga saat ini belum membeli tembakau Temanggung.
Merespons dinamika tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah (Jateng) tengah membentuk Komite Pertembakauan. Langkah tersebut merupakan bagian dari usaha untuk meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya dalam sektor pertembakauan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bupati Temanggung Agus Setyawan menjelaskan Komite Pertembakauan ini merupakan salah satu bagian dari ikhtiar, karena ini kerja bareng dan kebutuhan semua orang.
“Komite itu nanti ada perwakilan petani, pedagang, ormas, organisasi keagamaan, akan kita libatkan semua dalam ‘ngrembuk’ solusi terbaik untuk petani, dan stakeholder lain, khususnya pertembakauan di Kabupaten Temanggung,” ujar Agus, usai memberikan bantuan pupuk di Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo, pekan lalu.
Bupati secara tegas mengatakan, ia tidak menjanjikan hal yang muluk, tetapi paling tidak hal itu merupakan salah satu ikhtiar bagi kesejahteraan para petani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kendati upaya yang harus dilakukan tidak mudah, akan tetapi harus tetap semangat berjuang.
“Jelas kita akan memelototi kaitan regulasi pemerintah berkaitan dengan industri hasil tembakau dari hulu sampai hilir. Kedua akan membahas kaitan tata niaga. Cuma nanti solusinya seperti apa, kita masih dalam rangka inventarisasi masalah, rumusan, dan solusinya seperti apa. Ketiga, visited industri,” kata pria yang akrab disapa Agus Gondrong itu.
Ditambahkan, kunjungan ke industri rokok menjadi sangat penting, karena pabrikan menjadi partner pelaku pertembakauan.
Direncanakan nantinya Komite Pertembakauan akan mengunjungi pabrik-pabrik rokok, guna mengetahui berapa sebenarnya kebutuhan bahan baku tembakau untuk rokok di masing-masing pabrik.
“Visited industri menjadi penting, karena ini menjadi partner kita. Visited industri akan diakukan ke beberapa pabrikan golongan I, II, III. Kita akan tabayun ke sana kaitan masalah kebutuhan bahan baku, khususnya di tahun 2025,” terangnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!