288 Perantau Diberangkatkan ke Jakarta, Gubernur Luthfi: Ini Bentuk Kepedulian untuk Pekerja Informal
📅 Kamis, 10 Apr 2025, 13:25 WIB | Oleh: Henri pelupessy
Doc: koran jakarta/henri pelupessy
SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah kembali menunjukkan kepeduliannya kepada para perantau melalui program mudik balik gratis 2025.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara langsung melepas 288 warga yang kembali ke Jakarta usai merayakan Lebaran di kampung halaman.
Mereka diberangkatkan menggunakan Kereta Api Tawang Jaya dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Pasarsenen, Rabu (9/4) pukul 14.15 WIB.
Salah satu peserta program, Zaenal, perantau asal Purwodadi, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas ini.
Menurutnya, tanpa program mudik balik gratis, ia harus merogoh kocek antara Rp250 ribu hingga Rp400 ribu untuk satu tiket kereta.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Karena ada kesempatan mudik gratis ya ikut saja saya, untuk membantu kita kurang buat ongkos, sangat membantu banget. Pas mudiknya saya juga ikut, sekarang sampai balik lagi ke Jakarta,” katanya penuh syukur.
Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa program ini tidak sekadar layanan transportasi gratis, namun wujud nyata perhatian Pemprov Jateng terhadap masyarakatnya, khususnya para pekerja informal di Ibu Kota dan sekitarnya, seperti tukang ojek, pedagang kaki lima, dan buruh harian.
“Pekerja informal ini adalah pejuang ekonomi keluarga. Mereka penyumbang devisa rumah tangga yang luar biasa. Tahun depan tentu akan kami tingkatkan,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan, selain moda kereta api, Pemprov juga menyiapkan 65 hingga 70 armada bus untuk arus balik, yang akan diberangkatkan secara serentak dari tiga titik, yakni Asrama Haji Donohudan, Terminal Tipe A Pekalongan, dan Terminal Tipe A Bulupitu Banyumas, pada Kamis (10/4).
Dalam evaluasinya terhadap arus mudik dan balik tahun ini, Luthfi menyebut seluruh rangkaian perjalanan masyarakat berlangsung relatif lancar.
Meski terdapat penurunan jumlah pemudik sekitar 21 persen dibanding tahun sebelumnya, hal itu dipengaruhi oleh distribusi libur yang lebih merata.
“Tidak ada penumpukan arus karena libur panjang membuat pemudik menyebar. Ini juga berkat kolaborasi semua pihak, dari kepolisian, TNI, Dishub, dan kementerian terkait. Terima kasih atas kerja kerasnya,” tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!