Film Desember Jani Tayang Perdana di JAFF 2026, Usai Raih Penghargaan di Festival Tokyo
Jumat, 06 Nov 2026, 22:20 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Palari Films
YOGYAKARTA – Film panjang perdana sutradara Ariani Darmawan, Desember Jani, akan menyapa penonton Indonesia untuk pertama kalinya melalui Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2026. Film produksi Palari Films tersebut juga masuk dalam kompetisi Indonesian Screen Awards setelah sebelumnya meraih Special Mention dalam kompetisi Asian Future di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39.
JAFF 2026 akan berlangsung pada 29 November hingga 6 Desember 2026 di sejumlah lokasi pemutaran di Yogyakarta. Desember Jani dijadwalkan menjalani pemutaran perdana pada Minggu, 29 November pukul 18.10 WIB, serta pemutaran kedua pada Senin, 30 November pukul 18.05 WIB. Kedua pemutaran berlangsung di Empire XXI.
Selain itu, film ini juga akan menggelar Special Screening Jogjakarta pada Senin, 30 November pukul 13.00 WIB, bersama Kalis Mardiasih dengan dukungan V-Soy.
Keikutsertaan dalam JAFF memiliki arti tersendiri bagi Palari Films. Pada 2017, ketika Indonesian Screen Awards pertama kali digelar, film produksi perusahaan tersebut, Posesif, berhasil meraih penghargaan Best Film. Sembilan tahun kemudian, Palari Films kembali mengikuti kompetisi yang sama melalui Desember Jani, yang mengangkat kehidupan empat perempuan dari tiga generasi dalam satu keluarga.
Kisah Empat Perempuan dalam Satu Rumah
Sebaiknya Anda baca juga:
Desember Jani mengikuti kehidupan Oma (Tutie Kirana), Winnie (Sigi Wimala), serta dua anak perempuannya, Julia (Hyori Mika) dan Jani (Chempa Puteri).
Konflik bermula ketika Julia pergi meninggalkan rumah tanpa pamit. Kejadian tersebut menempatkan Jani, seorang anak berusia 13 tahun, dalam dilema. Ia harus memilih antara tetap diam demi melindungi kakaknya atau mengungkapkan apa yang diketahuinya kepada sang ibu.
Melalui konflik keluarga tersebut, Ariani mengangkat persoalan kerja perawatan atau invisible care labour, yakni berbagai pekerjaan domestik dan emosional yang kerap tidak terlihat serta kurang mendapatkan pengakuan.
Pekerjaan itu mencakup kegiatan sehari-hari seperti menyiapkan makanan, merapikan rumah, merawat orang tua lanjut usia, mengingat jadwal dan kebutuhan anak, hingga menjaga suasana keluarga tetap harmonis. Meski memiliki peran penting dalam kehidupan rumah tangga, pekerjaan perawatan tersebut sering kali tidak dibayar dan identik dengan tanggung jawab perempuan.
Persoalan itu disampaikan melalui berbagai peristiwa sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Percakapan di meja makan, makanan yang disiapkan tanpa diminta, hingga pesan yang tidak kunjung dibalas menjadi bagian dari cara film ini membangun konflik antarkarakter.
Program Director JAFF Alexander Matius menilai, kekuatan film tersebut terletak pada cara sutradara menyampaikan konflik melalui dialog ringan dan perilaku domestik tanpa harus mengandalkan adegan dramatis yang berlebihan.
Menurut dia, pendekatan tersebut membuat dinamika hubungan tiga generasi perempuan dalam keluarga terasa matang dan memberikan perspektif berbeda tentang kehidupan keluarga.

Meraih Special Mention dalam kompetisi Asian Future di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39. (Dok. Palari Films)
Menjadi Ruang untuk Mengapresiasi Perempuan
Sutradara Ariani Darmawan mengatakan, Desember Jani dibuat untuk keluarga Indonesia dengan menghadirkan cerita tentang perempuan dan pekerjaan perawatan yang selama ini kerap luput dari perhatian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!