Alcaraz Prediksi Persaingan Tenis 2027 Tak Hanya Milik Dua Pemain

Selasa, 03 Nov 2026, 06:30 WIB

WINA AUSTRIA – Carlos Alcaraz memperkirakan persaingan di papan atas tenis putra pada tahun 2027 akan semakin terbuka. Petenis Spanyol itu tidak ingin pertarungan perebutan gelar hanya dipandang sebagai persaingan antara dirinya dan Jannik Sinner.

Munculnya sejumlah pesaing baru, termasuk Alexander Zverev dan Ben Shelton, menjadi alasan Alcaraz memperkirakan persaingan perebutan gelar Grand Slam musim depan akan berlangsung lebih ketat.

Ket. Foto: Carlos Alcaraz. — Sumber: ATP

Alcaraz dan Sinner mendominasi empat turnamen Grand Slam sepanjang musim 2024 dan 2025 dengan membagi rata gelar yang tersedia. Namun, cedera yang dialami dua petenis teratas itu tahun ini membuka peluang bagi pemain lain untuk menembus dominasi mereka.

Zverev mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menjuarai French Open dan US Open. Sementara itu, Shelton menunjukkan perkembangan signifikan setelah mencapai final Grand Slam pertamanya di Flushing Meadows.

Alcaraz menilai persiapan pramusim akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan peta persaingan tahun depan. Ia melihat para pemain semakin serius memanfaatkan periode tersebut untuk meningkatkan kondisi fisik dan permainan.

“Pramusim sangat penting. Saya bisa mengatakan bahwa para pemain menjalani periode itu dengan sangat serius. Mereka menghabiskan beberapa pekan untuk berlatih keras agar berada dalam kondisi terbaik,” ujar Alcaraz setelah menjuarai Vienna Open, Senin (2/11).

Ia juga memberikan apresiasi kepada Zverev yang dinilainya telah membuktikan kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.

“Sascha (Zverev) sudah menunjukkan apa yang mampu dilakukannya. Dia merupakan pemain terbaik tahun ini dan pantas berada di posisi tersebut. Kita lihat apakah dia bisa melanjutkan pencapaian hebatnya pada 2027,” kata Alcaraz.

Selain Zverev, Alcaraz menyebut Shelton sebagai pemain yang patut diperhitungkan. Petenis Amerika Serikat itu dinilai memiliki ambisi besar untuk melanjutkan perkembangan positifnya.

“Shelton mencapai final Grand Slam pertamanya. Saya pikir dia memiliki ambisi dan motivasi besar untuk meraih lebih banyak prestasi tahun depan. Ada beberapa pemain lain yang juga tampil bagus. Mereka akan berusaha menjalani latihan sebaik mungkin agar bisa mencapai performa terbaik pada musim depan,” ujarnya.

Alcaraz menegaskan tidak ingin membatasi persaingan gelar hanya pada dirinya dan Sinner. Menurut dia, banyak pemain berpotensi muncul sebagai penantang serius.

“Saya tidak suka mengatakan bahwa persaingan hanya akan menjadi milik Jannik dan saya, sementara pemain lainnya berada di belakang. Kita lihat siapa saja yang akan muncul. Saya cukup yakin akan ada banyak pemain yang siap bersaing,” tutur Alcaraz.

Alcaraz sendiri menjalani musim yang diwarnai pencapaian besar sekaligus cedera. Ia merebut gelar Grand Slam ketujuh dalam kariernya di Australian Open sebelum cedera pergelangan tangan membuatnya harus menepi lebih dari empat bulan.

Setelah kembali berkompetisi di US Open, petenis berusia 23 tahun itu langsung menunjukkan performa menjanjikan dengan menjuarai turnamen di Tokyo dan Vienna.

Kini, Alcaraz membidik hasil maksimal pada dua agenda besar penutup musim, yakni Paris Masters pekan ini dan ATP Finals yang dimulai 15 November.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.