Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?
Selasa, 03 Nov 2026, 06:42 WIBJAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ekspor nonmigas Indonesia ke China capai 54,17 miliar dolar AS hingga September 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan peningkatan ekspor nonmigas ke China terutama didorong oleh komoditas nikel dan barang daripadanya, lemak dan minyak hewani atau nabati, serta bahan bakar mineral.
"Secara kumulatif, ekspor nonmigas ke China, Amerika Serikat, India, dan juga ke ASEAN mengalami peningkatan," kata Ateng.
Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia mencapai 221,23 miliar dolar AS sepanjang Januari-September 2026, naik 5,58 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Ateng menjelaskan ekspor nonmigas tercatat sebesar 212,27 miliar dolar AS, meningkat 6,30 persen. Sementara itu, ekspor migas mencapai 8,96 miliar dolar AS, turun 9,11 persen pada periode tersebut.
Menurut sektor, industri pengolahan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor nonmigas dengan kenaikan sebesar 8,93 persen secara kumulatif.
Selain China, ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat, India, dan kawasan ASEAN juga mengalami peningkatan selama Januari-September 2026. Sebaliknya, ekspor ke Uni Eropa dan sejumlah negara serta kawasan tujuan lainnya mengalami penurunan.
Dari sisi impor, Indonesia mencatatkan nilai impor sebesar 210,63 miliar dolar AS selama Januari-September 2026, meningkat 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Impor nonmigas mencapai 178,06 miliar dolar AS, naik 16,92 persen, sedangkan impor migas tercatat sebesar 32,57 miliar dolar AS, meningkat 37,35 persen.
China, Jepang, dan Australia menjadi tiga negara asal utama impor nonmigas Indonesia. Ketiganya menyumbang 52,94 persen dari total impor nonmigas Indonesia.
Impor nonmigas dari China mencapai 76,16 miliar dolar AS, dengan mesin dan peralatan elektronik mendominasi sebesar 22,13 persen. Impor komoditas tersebut tumbuh 27,83 persen secara tahunan kumulatif.
Pada September 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai 27,59 miliar dolar AS, meningkat 11,87 persen dibandingkan September 2025. Ekspor nonmigas menyumbang 26,64 miliar dolar AS, naik 12,39 persen, sedangkan ekspor migas tercatat sebesar 950 juta dolar AS, turun 0,99 persen.
Pada bulan yang sama, nilai impor Indonesia mencapai 24,23 miliar dolar AS, meningkat 18,41 persen secara tahunan. Impor nonmigas tercatat sebesar 20,96 miliar dolar AS, naik 17,59 persen, sementara impor migas mencapai 3,27 miliar dolar AS, meningkat 23,94 persen.
Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan barang Indonesia pada September 2026 mencatat surplus sebesar 3,36 miliar dolar AS.
Surplus tersebut terutama ditopang oleh perdagangan nonmigas yang mencatatkan surplus sebesar 5,67 miliar dolar AS. Komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja menjadi penyumbang utama surplus tersebut.
Sementara itu, perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar 2,31 miliar dolar AS.
Secara kumulatif, neraca perdagangan barang Indonesia selama Januari-September 2026 mencatat surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS. Surplus perdagangan nonmigas mencapai 34,21 miliar dolar AS, sedangkan perdagangan migas mengalami defisit sebesar 23,60 miliar dolar AS.
Berita Terkait:
-
Liga Champions: Bodo/Glimt Tantang Borussia Dortmund, Misi Kejutan di Lingkar Arktik
-
Baja RI Terancam Ditendang dari Eropa! Kemendag Bongkar Jurus Selamatkan Ekspor
-
Suluk Nagari, Santri Yogyakarta Diajak Jaga Tradisi dan Baca Perubahan Zaman
-
Kinerja Gemilang, Sabet Penghargaan Champion of Growth BIFA 2026
-
Kemendag: Nilai Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dollar AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.