Tanpa Kvaratskhelia, PSG Hadapi Ujian Berat Memburu Gelar Liga Champions Ketiga Beruntun
Selasa, 03 Nov 2026, 07:00 WIBPARIS â Ambisi Paris Saint-Germain (PSG) untuk mencetak sejarah dengan menjuarai Liga Champions tiga musim berturut-turut menghadapi tantangan besar. Cedera sejumlah pemain kunci, terutama Khvicha Kvaratskhelia, memunculkan keraguan terhadap kedalaman skuad Les Parisiens dalam mempertahankan dominasi mereka di Eropa.
PSG akan bertandang ke Spanyol untuk menghadapi Villarreal, Rabu (4/11) dini hari WIB. Namun, persiapan tim asuhan Luis Enrique itu dibayangi kehilangan Kvaratskhelia yang mengalami cedera serius saat membantu PSG mengalahkan Barcelona 4-2 dua pekan lalu.
Kemenangan spektakuler tersebut justru diwarnai kabar buruk setelah pemain asal Georgia itu harus meninggalkan lapangan dengan bantuan tim medis pada babak kedua.
Kvaratskhelia merupakan salah satu pemain paling menonjol dalam perjalanan PSG menjuarai Liga Champions musim lalu. Pemain berusia 25 tahun itu mencetak tujuh gol dan menyumbangkan empat assist dalam delapan pertandingan fase gugur, termasuk partai final melawan Arsenal.
Sayangnya, cedera robek ligamen anterior cruciate (ACL) pada lutut kanannya membuat Kvaratskhelia kemungkinan besar harus mengakhiri musim lebih cepat.
Kehilangan tersebut menjadi pukulan telak bagi PSG. Sejak bergabung dari Napoli pada Januari tahun lalu, Kvaratskhelia menjadi salah satu sosok penting di balik transformasi PSG menjadi kekuatan paling dominan di sepak bola Eropa.
Luis Enrique sebenarnya mengawali musim ini dengan cukup meyakinkan. PSG meraih tiga kemenangan dari tiga pertandingan pertama fase liga Liga Champions dan berada dalam posisi bagus untuk melangkah ke fase gugur.
Namun, absennya Kvaratskhelia memunculkan pertanyaan apakah PSG perlu mendatangkan pemain pengganti pada bursa transfer Januari.
"Belum tentu. Tidak ada cedera yang otomatis membuat kami harus merekrut pemain baru. Tidak ada," kata Luis Enrique ketika ditanya apakah PSG perlu mencari tambahan amunisi.
"Saya sudah mengatakan sejak awal musim bahwa tim ini bisa tetap kompetitif meskipun kehilangan dua atau tiga pemain akibat cedera. Meski demikian, kami selalu terbuka terhadap kemungkinan mendatangkan pemain baru. Namun, bukan semata-mata karena ada pemain yang cedera."
PSG sebelumnya sudah mengambil keputusan berani dengan melepas Bradley Barcola ke Liverpool pada bulan Agustus melalui transfer fantastis senilai 145 juta euro atau sekitar 162 juta dolar AS.
Goncalo Ramos, Lee Kang-in, dan Ibrahim Mbaye juga pernah memberikan kontribusi penting dalam dua musim terakhir. Namun, ketiganya juga diizinkan meninggalkan klub.
Meski demikian, Luis Enrique menilai aktivitas transfer PSG pada musim panas lalu berjalan sangat baik. Dia bahkan menyebut kebijakan perekrutan pemain klub sebagai sesuatu yang luar biasa.
"Saya sangat senang memulai musim dengan jumlah pemain yang kami miliki," ujarnya.
PSG mendatangkan Maghnes Akliouche, pemain sayap sekaligus gelandang tim nasional Prancis dari AS Monaco, serta Ferran Torres dari Barcelona. Torres merupakan pencetak gol kemenangan Spanyol pada final Piala Dunia, dengan masing-masing transfer dilaporkan bernilai 50 juta euro.
Selain itu, PSG merekrut pemain sayap tim nasional Belgia, Mika Godts, dari Ajax Amsterdam dengan nilai transfer yang dikabarkan mencapai 55 juta euro.
Torres sempat memperlihatkan ketajaman dengan mencetak tujuh gol dalam enam penampilan pertamanya. Namun, dia kemudian melewati enam pertandingan tanpa mencetak gol. Sementara itu, Godts membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum akhirnya mencetak gol dalam dua pertandingan beruntun.
Di tengah proses adaptasi para pemain baru, PSG juga kembali dihantui persoalan kebugaran Ousmane Dembele. Pemain tersebut mengalami cedera hamstring ketika menghadapi Barcelona dan diperkirakan harus menepi selama beberapa pekan.
Situasi ini cukup mengkhawatirkan karena menit bermain Dembele sebenarnya sudah dikelola dengan sangat hati-hati sepanjang musim lalu.
Masalah PSG tidak berhenti di lini serang. Kapten sekaligus bek tengah Marquinhos dan bek kiri Nuno Mendes juga harus menepi akibat cedera.
Di tengah badai cedera tersebut, PSG masih memiliki sosok Achraf Hakimi yang bisa menjadi salah satu solusi. Bek kanan asal Maroko itu menunjukkan kemampuan ofensif luar biasa dengan mencetak hattrick ketika PSG menang telak 5-1 atas Le Havre dalam pertandingan Ligue 1, Jumat lalu.
Luis Enrique bahkan menilai Hakimi memiliki kemampuan menyerang yang sangat istimewa.
"Dia lebih merupakan seorang pemain menyerang. Dia bermain lebih tinggi di lapangan, memiliki kemampuan melakukan penetrasi, sekaligus menciptakan peluang dan memberikan assist," kata pelatih yang telah mencatatkan kemenangan terbanyak sepanjang sejarah PSG tersebut.
"Dia adalah bek kanan terbaik di dunia. Hal yang paling saya sukai adalah konsistensinya berada di level tertinggi dan selalu siap bermain. Itu sangat berarti."
Kemenangan atas Le Havre sekaligus memperpanjang catatan impresif PSG menjadi sembilan kemenangan beruntun. Menariknya, dalam pertandingan tersebut, hanya dua pemain yang menjadi starter pada final Liga Champions musim lalu yang kembali masuk susunan pemain utama.
Minimnya persaingan sepadan di kompetisi domestik Prancis juga menjadi keuntungan tersendiri bagi PSG. Mereka dapat merotasi pemain dan mengistirahatkan sejumlah pilar di Ligue 1 tanpa harus mengorbankan peluang meraih kemenangan.
Situasi tersebut berpotensi menjadi modal penting ketika PSG menghadapi persaingan yang jauh lebih berat di Liga Champions.
"Kami membutuhkan semua pemain jika ingin memenangkan trofi. Dengan adanya cedera, kesempatan akan terbuka bagi pemain lain," ujar Luis Enrique.
Namun, persoalan terbesar PSG tetap sama: tidak banyak pemain di dunia yang memiliki kualitas untuk menggantikan Kvaratskhelia secara sepadan.
Kehilangan pemain asal Georgia itu bukan sekadar berkurangnya satu opsi di lini serang. PSG juga kehilangan kreativitas, kecepatan, kemampuan melewati lawan, serta ketajaman yang selama ini menjadi bagian penting dari kekuatan mereka di kompetisi Eropa.
Ambisi mencetak hattrick gelar Liga Champions pun kini mendapat ujian sesungguhnya. Luis Enrique harus membuktikan bahwa kekuatan kolektif dan kedalaman skuad PSG cukup untuk menutupi kehilangan salah satu pemain terbaiknya.
- Paris Saint-Germain (PSG)
- Liga Champions
- cedera
- Khvicha Kvaratskhelia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Pascainsiden KMP Batumandi, ASDP Pastikan Layanan Express 1 Kembali Normal
-
Bupati Temanggung Nilai Festival Literasi Dorong Budaya Baca hingga Desa
-
Olah Air Laut Jadi Air Minum dan Es, Komodo Water Raih Penghargaan Internasional
-
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Gaungkan PHBS Jadi Gaya Hidup
-
Di HOMEDEC 2026, Coway Tawarkan Cara Lebih Praktis untuk Hidup Sehat dan Sustainable
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.