Studi CREA Kaitkan 3.500 Kematian pada Bulan September Diakibatkan Krisis Asap Karhutla Indonesia
Minggu, 01 Nov 2026, 00:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SAgus juga menyinggung pemangkasan anggaran yang menghambat upaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengantisipasi dan menangani kebakaran.
"Indonesia seharusnya mampu mempersiapkan diri menghadapi apa yang akan terjadi. Kenyataan bahwa kita sama sekali tidak siap sepenuhnya merupakan persoalan kurangnya kemauan," kata Agus.
Pemerintah diminta mengubah strategi penanganan
Pemerintah sebelumnya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lebih dari 72.000 orang telah dikerahkan dalam operasi penyemaian awan dan pemadaman kebakaran, lebih dari 2.100 dokter dan petugas kesehatan diaktifkan di daerah yang terkena dampak parah, dan 5,3 juta masker telah didistribusikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan CREA berpendapat bahwa pemerintah perlu beralih dari respons kebakaran hutan ke restorasi lahan gambut yang rawan kebakaran akibat pengeringan lahan yang luas.
“Langkah ini harus disertai dengan penegakan hukum yang tegas terhadap pembukaan lahan ilegal melalui pembakaran, serta penguatan akuntabilitas hukum bagi pemegang konsesi untuk mencegah kerusakan,” kata Agus.
Sementara untuk wilayah yang menghadapi pencemaran nonkebakaran, khususnya Pulau Jawa, pemerintah diminta memperketat standar emisi industri, pembangkit listrik, dan kendaraan bermotor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!