Sepanjang Januari–Oktober, Tim Gabungan Penajam Tangani 314 Karhutla
Minggu, 01 Nov 2026, 16:08 WIBPENAJAMâ Tim gabungan dari berbagai unsur di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menangani 314 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari hingga Oktober 2026Â dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.303,38 hektare.
"Data tersebut menunjukkan tentang tekanan yang besar dalam upaya pengendalian kebakaran di wilayah ini," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPUÂ Nurlaila di Penajam, Minggu (01/11).
Kecamatan Penajam tercatat sebagai wilayah dengan kejadian tertinggi yakni 156 kali dengan luas terbakar 585,85 hektare. Diikuti Kecamatan Sepaku 59 kali kejadian seluas 141,30 hektare, Kecamatan Babulu 72 kali seluas 99,49 hektare, dan Kecamatan Waru 27 kali dengan luas terbakar 476,74 hektare.
Nurlaila mengatakan angka karhutla tersebut mengingatkan semua pihak bahwa pengawasan dan kewaspadaan tidak boleh kendur, meskipun musim kemarau mulai berakhir.
Pada akhir pekan terakhir Oktober, tim pemadam masih memadamkan dua titik kebakaran. Salah satunya berada di Blok C dan Blok D PT Fajar Surya Swadaya, Kecamatan Waru, yang tercatat sejak 19â31 Oktober dengan luas area terbakar sekitar 439,78 hektare dan masih dalam penanganan pihak perusahaan bersama tim gabungan.
Titik lainnya berada di perbatasan Desa Riko dan Pantai Lango, Kecamatan Penajam, yang terdeteksi pada Sabtu (31/10) pukul 15.05 WITA dan masih dalam penanganan.
Sementara itu dua titik kebakaran lain berhasil dipadamkan. Kebakaran di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, lanjutnya, tercatat seluas 1,11 hektare dan dinyatakan selesai pada Sabtu (31/10) sore.
Demikian pula kebakaran di RT 06 Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu, yang melanda lahan seluas 0,25 hektare juga berhasil dipadamkan. Total luas area terbakar dalam rentang empat hari terakhir tercatat sekitar 1,36 hektare yang ditangani.
Nurlaila mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Ini penting karena penanganan karhutla memerlukan kerja sama semua pihak, tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Kami berharap curah hujan yang mulai turun dapat membantu meredakan ancaman kebakaran, namun masyarakat harus tetap diimbau waspada," ujarnya.
Tim gabungan yang menangani karhutla di PPU selain BPBD antara lain Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pertanian, Kesatuan Pengelola Hutan Produksi Telake, Brigade Karlabun, relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perusahaan, dan kelurahan di wilayah masing-masing.
- BPBD Penajam Paser Utara
- Karhutla 2026
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tanggapan Pemerintah Malaysia Soal Peringatan HAM Terkait Pemulangan Pengungsi Myanmar
-
Revitalisasi Drainase untuk Mencegah Banjir di Banda Aceh
-
Memperkuat penanganan karhutla di taman nasional Jambi
-
Suriah Mulai Bangkit, UNICEF Ingatkan Pentingnya Selamatkan Masa Depan Anak-Anak
-
Tim Resmob Polda Sumbar Ungkap Sindikat Kawanan Pencuri Kendaraan Bermotor
-
Pemprov Sumatera Utara: Pascabencana, Sebanyak 11.081 Keluarga Sudah Terima Bantuan
-
Kapal Perang Rusia Kunjungi Jakarta, Perkuat Kerja Sama Maritim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.