Banjarbaru Olah Sampah Dapur jadi Kompos dan Eco Enzyme
Minggu, 01 Nov 2026, 15:46 WIBBANJARBARU -- Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dan eco enzyme melalui metode sederhana untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk bermanfaat bagi lingkungan.
Lurah Guntung Paikat Reza Pahlevi di Banjarbaru, Minggu, mengatakan pengolahan sampah menggunakan metode Lodong Sisa Dapur (Losida) menjadi salah satu solusi mengurangi sampah organik sejak dari sumbernya sebelum dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
"Kompos yang dihasilkan sudah matang dan siap digunakan sebagai pupuk tanaman. Hasil kompos tersebut langsung diaplikasikan ke tanaman di dalam pot," ujarnya.
Dia mengatakan pemanfaatan Losida memungkinkan masyarakat mengolah sisa bahan makanan dan sampah dapur organik melalui proses penguraian dalam wadah khusus sehingga menghasilkan pupuk alami yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan rumah.
Selain menghasilkan kompos, Kelurahan Guntung Paikat juga mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme yang dikerjakan Kelompok Kerja (Pokja) III TP PKK kelurahan dan kini telah memasuki masa panen.
Pengembangan kedua produk tersebut melibatkan kolaborasi pemerintah kelurahan, TP PKK, dan mahasiswa untuk memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah yang dapat diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan bahan organik dari aktivitas rumah tangga.
"Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga, sehingga masyarakat tidak selalu bergantung pada pengangkutan sampah untuk menyelesaikan persoalan sampah organik," demikian pesan yang ingin dibangun melalui program tersebut.
Melalui pemanfaatan kompos dan eco enzyme, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki kegunaan, sekaligus membangun kebiasaan memilah dan mengurangi sampah sebelum masuk ke tempat pembuangan.
Ke depan, pengembangan metode Losida dan pengolahan eco enzyme dapat diperluas melalui edukasi serta pendampingan kepada warga agar semakin banyak rumah tangga berpartisipasi dalam mengurangi sampah organik dari lingkungan masing-masing.
Upaya tersebut diharapkan menjadikan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan masyarakat, bukan hanya kegiatan sesaat, sekaligus membantu mengurangi beban penanganan sampah di tempat pemrosesan akhir dan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan Pasokan Cabai dan Antrean Berulang Pembelian BBM Subsidi
-
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Distribusi BBM
-
Mahasiswa Universitas Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Mengolah Sampah
-
Buka JEFF 2026 di Balai Kota, Gubernur Pramono Anung Terima Rekor MURI
-
BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Transaksi di MotoGP Mandalika 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.