Berlangsung Meriah, 3.800 Pelari Ikut Minang Geopark Run 2026 di Bukittinggi-Agam
Minggu, 01 Nov 2026, 16:01 WIBBUKITTINGGI -- Sebanyak 3.800 pelari (Runner) dari berbagai daerah mengikuti Minang Geopark Run (MGR) 2026, Minggu, dengan rute melintasi kawasan ikonis geowisata Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
âKegiatan ini menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi wisata alam Sumatera Barat kepada masyarakat luas. Kehadiran ribuan peserta diharapkan turut menggerakkan sektor pariwisata dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat,â kata Founder Minang Geopark Yv Tri Saputra di Bukittinggi, Minggu.
MGR 2026 kembali hadir di Bukittinggi sebagai seri kedua dalam Geopark Run Series 2026-2027 setelah sukses dibuka melalui Ijen Geopark Run 2026.
Ia menyebut ada tiga kategori pertandingan yaitu jarak 5km, 10km, dan 21km.
Ia menjelaskan rute Minang Geopark Run 2026 dirancang melintasi sejumlah destinasi wisata unggulan yang menyuguhkan keindahan alam dan panorama khas daerah tersebut.
"Para peserta melewati sejumlah kawasan ikonis yang menjadi daya tarik wisata Bukittinggi dan Agam, di antaranya Panorama Ngarai Sianok, Janjang Koto Gadang, Puncak Taruko, dan Janjang Saribu," kata dia.
Ia mengatakan rute tersebut menawarkan pengalaman berbeda bagi para pelari. Selain menghadapi tantangan olahraga, peserta juga dapat menikmati panorama alam, lanskap perbukitan, serta keindahan kawasan geowisata Sumatera Barat.
"Event ini menjadi wujud konsistensi dalam menghadirkan sport tourism yang memberikan dampak positif terhadap promosi situs-situs geopark di Sumatera Barat, khususnya Geopark Ngarai Sianok yang sedang menuju pengakuan sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks (UGGp)," ujarnya.
Menurut dia, MGR bukan sekadar perlombaan lari, tapi juga menjadi ajang kolaboratif untuk mempromosikan pariwisata berbasis pelestarian dan edukasi geologi, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Minang Geopark Run dimulai pada tahun 2018 dengan 1.000 peserta, dilanjutkan tahun 2019 dengan format ultramarathon pada hari pertama dan marathon pada hari kedua yang melintasi dua kabupaten hingga finis di Bukittinggi.
Pada masa pandemi, MGR tetap berjalan dengan sistem terbatas dan protokol ketat, seperti edisi 2021 di Lembah Harau dan Payakumbuh dengan 357 peserta pilihan.
Pada 2022, event ini kembali dibuka untuk publik dan digelar di Sijunjung dan Siokek dengan 600 pelari dari dalam dan luar negeri.
Sementara tahun 2023 mencatat lonjakan partisipasi sebanyak 1.500 pelari yang kembali menapak jejak sejarah dan geowisata Bukittinggi.
Tak hanya di Sumbar, exhibition run juga dilakukan di berbagai situs geopark lainnya seperti Belitung (2020), Ciletuh (2020), dan Ijen (2021), yang diikuti oleh ratusan pelari untuk mengeksplorasi potensi geopark sebagai daya tarik wisata.
Ia menilai penyelenggaraan Minang Geopark Run dapat menjadi sarana pengembangan wisata olahraga yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan rekreasi, tetapi juga mengedepankan pelestarian alam dan keterlibatan masyarakat setempat.
"Komitmen MGR 2026 ini akan semakin menguatkan konsep eco sport tourism yang berbasis edukasi, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan komunitas lokal, sejalan dengan visi Sumatera Barat sebagai provinsi pariwisata berbasis konservasi," kata dia.
Sementara Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan Pemerintah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam juga mendukung kegiatan MGR, kedua pimpinan daerah berharap MGR terus digelar setiap tahunnya.
"Pemkot Bukittinggi memberikan anggaran bantuan Rp 350 juta untuk MGR. Event ini terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan yang memberi dampak pendapatan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD) tentunya," ujarnya.
- Minang Geopark Run 2026
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.