Malioboro Yogyakarta Memanas! Demonstrasi Malam Hari Ricuh, Batu dan Petasan Berterbangan
Kamis, 29 Okt 2026, 04:45 WIBYOGYAKARTA - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menyebut aksi demonstrasi di kawasan Malioboro, Yogyakarta, berujung ricuh pada Rabu (28/10) malam dengan insiden pelemparan batu, petasan, dan kembang api.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda DIY Kombes Pol Ihsan menduga terdapat dua gelombang massa yang menggelar aksi di kawasan Malioboro, yakni pada sore hari yang terpusat di Titik Nol Kilometer Yogyakarta dan pada malam hari yang berujung ricuh.
"Tadi sekitar pukul 17.30 WIB (massa aksi) telah membubarkan diri Titik Nol Kilometer Yogyakarta," kata Ihsan saat ditemui di halaman Gedung DPRD DIY, Rabu malam.
Namun, menurut dia, gelombang massa kedua yang tidak dikenal tiba-tiba mendatangi Gedung DPRD DIY dan diduga melakukan provokasi dengan melempar petasan ke arah petugas parkir di Jalan Perwakilan.
"Setelah massa membubarkan diri, kami sangat menyayangkan ya, ada sekelompok massa yang tidak dikenal yang tiba-tiba mendatangi Gedung DPRD DIY dan melakukan provokasi dengan melempar petasan dan kembang api," ujarnya.
Ihsan mengatakan insiden tersebut kemudian memicu keributan antara kelompok massa dan petugas parkir, sehingga personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan Gedung DPRD DIY.
"Melihat keributan tersebut, personel dari kami yang berada di wilayah Gedung DPRD, mengamankan Gedung DPRD, keluar untuk membubarkan agar keributan tidak semakin meluas," katanya.
Menurut dia, kelompok massa tersebut melakukan perlawanan sehingga anggota kepolisian mundur ke dalam gedung, sementara massa kembali melakukan pelemparan menggunakan batu, petasan, dan kembang api.
"Atas tindakan anarkis dari massa tadi, kami melakukan upaya pendorongan dengan melibatkan personel dari Dalmas untuk mendorong massa agar dapat keluar dari Malioboro," ujarnya.
Ia menyebut situasi di sekitar kawasan Malioboro dapat diamankan sekitar pukul 22.00 WIB setelah personel kepolisian mendorong massa ke arah utara, menuju palang pintu kereta api hingga kawasan Jalan Mangkubumi dan Tugu Jogja.
"Kita dorong lagi, sekarang kalau tidak salah posisinya ada di sekitar Mangkubumi, kemudian posisi terakhir di seputaran Tugu Jogja," katanya.
Ihsan menyayangkan aksi yang berujung ricuh tersebut karena berpotensi mengakibatkan kerusakan fasilitas umum.
Ia mengatakan personel kepolisian masih berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kembali kericuhan.
"Kami memastikan petugas kami akan terus standby di sini untuk melakukan pengamanan, memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat maupun wisatawan yang ada di seputaran Malioboro," ujarnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Ada Demo di Monas dan Gedung DPR, Hindari Ruas Jalan Ini
-
Kampung Adat Takpala, Potret Kelestarian Budaya Suku Abui
-
Aksi Demo Hari Ini Ada di 6 Titik, Dishub DKI Siapkan Rute Alternatif untuk Pengguna Jalan
-
Raksasa Otomotif Perpanjang Kemitraan dengan Rimini Street, Hemat 50 Persen Biaya Pemeliharaan TI
-
Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Meningkat! Tiga Kali Erupsi, Letusan Capai 1 Km
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.