• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Trilogi Dune Disebut sebag...

Trilogi Dune Disebut sebagai Star Wars Generasi Baru, Namun Ada Satu Hal yang Justru Mengkhawatirkan

Minggu, 08 Nov 2026, 00:05 WIB

Perbandingan antara Dune dan Star Wars kembali menjadi perbincangan menjelang penayangan Dune: Part Three. Aktris Florence Pugh bahkan menyebut waralaba garapan Denis Villeneuve tersebut sebagai Star Wars bagi generasi sekarang. Namun, anggapan itu justru memunculkan pertanyaan: apakah dunia Dune benar-benar menawarkan kisah kepahlawanan seperti opera luar angkasa karya George Lucas?

Dalam wawancara dengan The New York Times, Pugh mengungkapkan kekagumannya terhadap pengaruh Dune dalam menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap pengalaman menonton film di bioskop.

Ket. Foto: Salah satu daya tarik utama Dune: Part Three. Penonton akan melihat perjalanan seorang tokoh yang sebelumnya dianggap sebagai harapan bagi banyak orang, tetapi kini berpotensi menjadi ancaman terbesar bagi dunia yang dipimpinnya. — Sumber: Istimewa

"Sangat menyenangkan menjadi bagian dari sesuatu yang kita tahu adalah Star Wars bagi generasi kita," ujar Pugh.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat perhatian Ben Child melalui ulasannya di The Guardian, Jumat (6/11). Ia menilai perbandingan kedua waralaba itu sebenarnya cukup problematis karena memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai kepahlawanan, kekuasaan, dan masa depan umat manusia.

Menurut Child, Star Wars menghadirkan sosok pahlawan yang berjuang membebaskan galaksi dari kekuasaan tirani. Sebaliknya, Dune justru mengisahkan seorang bangsawan muda bernama Paul Atreides, diperankan Timothée Chalamet, yang perlahan berubah menjadi sosok penguasa dengan kekuatan politik dan pengaruh luar biasa.

Perbedaan tersebut menjadi semakin menarik karena perjalanan Paul tidak sepenuhnya mengikuti pola cerita pahlawan yang lazim ditemukan dalam film-film blockbuster.

Dalam Star Wars, perjalanan Luke Skywalker dibangun melalui perjuangan melawan kekaisaran jahat, dengan harapan bahwa bahkan seorang penjahat seperti Darth Vader masih memiliki kesempatan untuk menemukan penebusan.

Sementara itu, semesta Dune bergerak ke arah yang jauh lebih gelap. Paul justru menghadapi kemungkinan menjadi sosok yang membawa kehancuran bagi banyak orang, meskipun awalnya dipandang sebagai figur penyelamat.

Child menyoroti bagaimana Paul memiliki kemampuan melihat berbagai kemungkinan masa depan. Namun, kemampuan tersebut tidak otomatis membuatnya mampu mencegah bencana yang mengancam.

Situasi ini menjadi salah satu daya tarik utama Dune: Part Three. Penonton akan melihat perjalanan seorang tokoh yang sebelumnya dianggap sebagai harapan bagi banyak orang, tetapi kini berpotensi menjadi ancaman terbesar bagi dunia yang dipimpinnya.

Bahkan, Child menggambarkan kemungkinan bahwa Paul pada akhirnya akan menjadi sosok seperti Darth Vader, hanya dengan penampilan yang lebih menarik.

Film ketiga ini juga dinilai berpotensi menghadirkan arah cerita yang tidak sepenuhnya sama dengan novel karya Frank Herbert. Sejumlah pemeran sebelumnya telah memberikan isyarat bahwa Denis Villeneuve mungkin melakukan sejumlah perubahan terhadap materi sumbernya.

Di luar persoalan cerita, Child mengakui bahwa Dune memiliki keunggulan tersendiri dalam aspek visual. Film-film Villeneuve dinilai mampu menghadirkan semesta yang terasa begitu luas, asing, sekaligus mengesankan.

Kapal-kapal raksasa yang melayang di atas gurun, pasukan yang terlihat kecil di tengah bangunan monumental, hingga kemunculan cacing pasir dengan kedahsyatan yang mengerikan menjadi bagian dari kekuatan visual waralaba tersebut.

Menurut Child, dunia Dune terasa lebih berat dan benar-benar asing dibandingkan banyak film fiksi ilmiah lainnya. Bahkan, ketika menghadirkan cerita yang suram, film tersebut tetap mampu menyuguhkan pengalaman sinematik yang luar biasa.

Perbandingan dengan Star Wars pun akhirnya bukan sekadar persoalan popularitas atau kesuksesan komersial. Keduanya menawarkan gambaran berbeda mengenai kekuasaan dan sosok pahlawan.

Jika Star Wars mengajak penonton percaya bahwa kejahatan masih bisa dikalahkan melalui harapan dan perjuangan, Dune justru mengingatkan bahwa seseorang yang awalnya dianggap penyelamat bisa berubah menjadi sumber kehancuran.

Child bahkan menghubungkan tema tersebut dengan situasi dunia modern, ketika orang-orang berkuasa kerap menjanjikan keselamatan dari berbagai bencana yang justru turut mereka ciptakan.

Dalam konteks itu, Dune menghadirkan gambaran yang jauh lebih tidak nyaman: seorang pemimpin yang mampu melihat masa depan mengerikan, tetapi mungkin tetap tidak sanggup menghentikan kehancuran yang sedang berlangsung.

Itulah yang membuat Dune: Part Three menjadi salah satu film yang menarik untuk dinantikan. Bukan hanya karena kemegahan visualnya, tetapi juga karena kelanjutan perjalanan Paul Atreides yang semakin jauh dari gambaran seorang pahlawan ideal.

  • Dune: Part Three

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.