Komisi Eropa Selidiki Ancaman Bom di Sejumlah Penerbangan Eropa

Kamis, 05 Nov 2026, 03:10 WIB

BRUSSELS - Komisi Eropa meningkatkan intensitas pemantauan terhadap rangkaian ancaman bom yang menyasar sejumlah penerbangan di Eropa pada Selasa (3/11). Meski mengganggu operasional bandara dan memicu pemeriksaan keamanan, otoritas Uni Eropa (UE) belum dapat memastikan apakah insiden-insiden tersebut saling berkaitan.

Juru bicara Komisi Eropa mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan negara-negara anggota yang terdampak. Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (European Union Aviation Safety Agency/EASA) juga dilibatkan dalam pemantauan situasi tersebut.

Ket. Foto: Aktivitas di Bandara Internasional Liszt Ferenc, Budapest, Hungaria. — Sumber: Attila KISBENEDEK/AFP

“Kami memantau situasi ini dengan cermat dan menjalin komunikasi dengan negara-negara anggota yang terdampak,” kata juru bicara Komisi Eropa dalam keterangan tertulis kepada Xinhua seperti dikutip dari Antara.

Komisi Eropa menegaskan bahwa keselamatan warga sipil menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ancaman terhadap sektor penerbangan. Namun, lembaga tersebut belum bersedia menyimpulkan hubungan antara berbagai insiden yang dilaporkan.

“Masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah insiden-insiden yang dilaporkan tersebut saling berkaitan. Penyelidikan nasional masih berlangsung dan menjadi tanggung jawab otoritas yang berwenang,” sebut juru bicara itu.

Sekitar tujuh penerbangan penumpang yang menuju Polandia, Bulgaria, Italia, dan Spanyol menerima ancaman bom pada Selasa. Ancaman tersebut memicu pemeriksaan keamanan serta mengganggu operasional bandara untuk sementara waktu. Meski demikian, tidak ditemukan perangkat peledak dalam pemeriksaan yang dilakukan.

Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ali Muhammad menilai rentetan ancaman bom terhadap penerbangan di Eropa merupakan persoalan serius meski pemeriksaan tidak menemukan bahan peledak. Ancaman tersebut dapat menciptakan ketakutan sekaligus mengganggu aktivitas penerbangan.

“Namanya terorisme itu sebenarnya bisa tindakan, tapi ancaman pun bisa,” kata Ali. Namun, ia menekankan bahwa pernyataan tersebut tidak serta-merta memastikan rangkaian kejadian di Eropa sebagai aksi terorisme. Motif dan pihak yang bertanggung jawab masih harus dibuktikan melalui penyelidikan.

Ancaman Palsu

Sementara itu, Pemerintah Inggris menyebut rangkaian ancaman bom yang menyasar sejumlah penerbangan sebagai malicious hoax threats atau ancaman palsu yang sengaja dirancang untuk menimbulkan gangguan.

Mengutip The Guardian dan Associated Press, juru bicara pemerintah Inggris menyatakan negara tersebut memiliki sistem keamanan penerbangan yang kuat serta prosedur yang telah teruji dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, termasuk ancaman palsu.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.