Surabaya Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Ada Strategi Baru yang Disiapkan

Kamis, 22 Okt 2026, 00:05 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari pencegahan kekerasan, penguatan ketahanan keluarga, edukasi masyarakat, hingga pendampingan korban.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya Ida Widayati mengatakan upaya ini dilakukan untuk memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan, pemenuhan hak, serta lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang.

Ket. Foto: Ilustrasi - Salah satu kegiatan anak-anak di Kota Surabaya. — Sumber: Antara foto/HO-Pemkot Surabaya

"Perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, lingkungan tempat tinggal, dan masyarakat. Karena itu, Pemkot Surabaya terus memperkuat program pencegahan sekaligus memastikan layanan penanganan dapat diakses oleh warga yang membutuhkan," katanya di Surabaya, Rabu.

Ia mengatakan, salah satu upaya yang dikembangkan adalah Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS RPA), yang mendorong terciptanya lingkungan permukiman aman, nyaman, edukatif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak.

"Melalui program ini, masyarakat diharapkan berperan aktif dalam memenuhi hak anak, mengenali potensi risiko kekerasan, serta membangun lingkungan yang mendukung perlindungan perempuan dan anak," katanya.

Di lingkungan pendidikan, kata dia, Pemkot Surabaya menjalankan program Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH) untuk mendeteksi sejak dini berbagai persoalan yang dihadapi siswa tingkat SD hingga SMP dan sederajat.

"Kegiatan ini melibatkan akademisi, psikolog, aparat penegak hukum, dan lembaga swadaya masyarakat," katanya.

Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari lingkungan terdekat anak.

"Keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu memiliki pemahaman yang sama tentang hak anak, pola pengasuhan yang tepat, serta pentingnya mengenali tanda-tanda ketika anak membutuhkan bantuan," ujar Ida.

Penguatan keluarga juga dilakukan melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Surabaya. Layanan ini mencakup konseling dan konsultasi keluarga, kelas calon pengantin, kelas pengasuhan bagi orang tua, kelas parenting ayah, hingga edukasi melalui sekolah dan ruang digital.

“Penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun perlindungan yang berkelanjutan. Melalui edukasi dan konsultasi, orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang sehat dengan anak, memahami kebutuhan tumbuh kembang, serta menciptakan rumah sebagai ruang aman bagi seluruh anggota keluarga,” katanya.

Pemkot Surabaya juga memperluas edukasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), serta perkawinan anak. Sosialisasi dan advokasi dilakukan dengan melibatkan perangkat daerah serta instansi terkait.

“Edukasi mengenai pencegahan terorisme dan radikalisme juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat melalui penguatan wawasan kebangsaan, toleransi, dan kewaspadaan terhadap ideologi yang membenarkan kekerasan,” katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.