Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama
Selasa, 25 Agu 2026, 00:00 WIBPROBOLINGGO â Seorang pengunjung kawasan wisata Gunung Bromo mengalami hipotermia akibat paparan suhu dingin dan mendapat pertolongan dari personel Korps Marinir TNI AL yang sedang bertugas di kawasan tersebut.
Informasi mengenai kejadian itu disampaikan Bromo Safety Initiative melalui unggahan media sosial pada Senin (24/8). Dalam unggahan tersebut disebutkan pengunjung mengalami hipotermia dan segera mendapatkan pertolongan dari personel Marinir Komando Latih Korps Marinir (Kolatmar) yang berada di lapangan.
Video yang diunggah menunjukkan prajurit tersebut membantu evakuasi wisatawan lokal perempuan itu dengan sepeda motor yang ditumpangi warga. Setelah berusaha memberi pertolongan pertama pada punggung, ia menghubungi seseorang dengan ponselnya untuk kelanjutan evakuasi.Â
Kejadian tersebut kembali menjadi perhatian terhadap risiko suhu rendah di kawasan Bromo, terutama bagi wisatawan yang beraktivitas pada dini hari ketika suhu udara berada pada titik terendah.
Kawasan Bromo berada di dataran tinggi dan memiliki kondisi suhu yang jauh lebih rendah dibandingkan wilayah perkotaan. Informasi pariwisata resmi menyebut suhu di kawasan puncak Bromo dapat berada pada kisaran 5 hingga 18 derajat Celsius.
Pada kondisi tertentu, suhu di kawasan tersebut dapat turun lebih rendah. Sebelumnya, fenomena embun yang membeku juga pernah terjadi di sekitar Bromo ketika suhu mencapai titik beku. Kondisi tersebut membuat pengunjung yang tidak memiliki perlengkapan memadai berisiko mengalami penurunan suhu tubuh.
Hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuan tubuh menghasilkan panas sehingga suhu inti tubuh turun. Kondisi ini dapat menjadi keadaan medis serius apabila tidak segera ditangani.
Kawasan Bromo sendiri merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan menjadi salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Bentang alamnya mencakup kawasan lautan pasir dan sejumlah titik pengamatan matahari terbit yang membuat wisatawan banyak beraktivitas sejak dini hari.
Kejadian pengunjung mengalami hipotermia bukan pertama kali terjadi di kawasan Bromo. Pada Februari 2025, seorang perempuan berusia 80 tahun juga ditemukan lemas dan diduga mengalami hipotermia di kawasan Pasir Berbisik dekat Gunung Batok. Korban kemudian dievakuasi petugas ke Puskesmas Sukapura.
Dalam kejadian terbaru, personel Marinir Kolatmar yang berada di lapangan memberikan pertolongan kepada pengunjung yang mengalami hipotermia tersebut. Informasi mengenai identitas korban dan perkembangan kondisi kesehatannya belum disampaikan secara rinci dalam sumber yang tersedia.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Bromo untuk mempersiapkan perlengkapan menghadapi suhu dingin, khususnya jika berada di kawasan terbuka pada malam hingga pagi hari.
Pengunjung juga perlu memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit serta menggunakan pakaian yang mampu menjaga suhu tubuh selama berada di kawasan pegunungan.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.