Pengeboran Panas Bumi Picu Gempa? Guru Besar ITB Beri Penjelasan
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 03:02 WIB | Oleh: Tim PenulisSelain perangkat tersebut, keselamatan pengeboran memerlukan pemahaman kondisi geologi setempat, penerapan prosedur operasional yang tepat, serta pemantauan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, PLTP Kamojang merupakan salah satu tonggak pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Kawasan tersebut mulai dieksplorasi oleh Pertamina pada 1974, sedangkan pembangkit listrik panas bumi pertamanya mulai beroperasi secara komersial pada 1983.
Berdasarkan data PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Area Kamojang saat ini memiliki lima unit PLTP dengan total kapasitas terpasang 235 megawatt (MW).
Pembangkit tersebut memanfaatkan uap panas bumi untuk menghasilkan listrik dan menjadi bagian dari pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Pengalaman pengoperasian PLTP Kamojang selama lebih dari empat dekade menjadi salah satu konteks untuk membahas penerapan teknologi pengeboran, pengelolaan reservoir, serta pengendalian risiko lingkungan dalam kegiatan panas bumi.
Lambok menekankan pentingnya penjelasan berbasis ilmu pengetahuan agar masyarakat dapat memahami proses pengembangan panas bumi beserta langkah-langkah pengendalian risikonya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!