Pakar ITB dan BRIN Soroti Risiko Komputasi Kuantum bagi Keamanan Data
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 19:23 WIB | Oleh: Haryo BronoIa menyambut langkah ITSEC Asia mengangkat isu kuantum sejak dini, sebelum pengembangan kebijakan dan peta jalan teknologi nasional selesai disusun. Pembahasan tersebut dinilai dapat membantu memperluas pemahaman mengenai teknologi yang berpotensi memengaruhi keamanan dan keandalan sistem digital.
Marek mengatakan AICX mempertemukan pembahasan mengenai kuantum, AI, dan keamanan siber karena ketiganya perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan aspek keamanan. ITSEC Asia, lanjutnya, akan terus menjalin kerja sama dengan ITB, BRIN, Korika, dan mitra lainnya untuk meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi tersebut.
Melalui AICX 2026, ITSEC Asia mendorong dialog antara industri, akademisi, pemerintah, dan komunitas riset mengenai tantangan keamanan yang muncul seiring perkembangan teknologi baru. Persiapan sejak dini, mulai dari pemetaan sistem kriptografi hingga penguatan riset dan talenta, menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan digital Indonesia untuk jangka panjang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!