Hampir 2.400 Orang Ditangkap, 1.000 Polisi Terluka dalam Kerusuhan di Prancis
📅 Senin, 19 Okt 2026, 10:25 WIB | Oleh: Tim PenulisPARIS - Hampir 2.400 orang ditangkap di Prancis selama aksi demonstrasi sehari menentang tingginya biaya hidup yang berubah menjadi kekerasan, hampir 1.000 petugas polisi dan gendarme terluka, kata kementerian dalam negeri negara itu, Minggu (18/10).
Disebutkan bahwa 2.397 penangkapan dilakukan pada hari Sabtu, dengan 997 petugas polisi dan gendarme mengalami cedera. Tujuh di antaranya mengalami luka parah, kata kementerian.
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Minggu mengatakan, tidak ada yang dapat membenarkan kekerasan yang tak terkendali yang terlihat dalam aksi protes kenaikan biaya hidup di seluruh negeri akhir pekan ini.
"Malam ini, kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu," kata Macron dalam pidatonya kepada bangsa. Ia menambahkan, harus ada perbedaan antara pengunjuk rasa dengan "tuntutan yang sah" dengan "mereka yang menghancurkan, merusak, dan menjarah".
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mereka yang telah menghancurkan harus membayar," katanya, seraya bersumpah pemerintah "tidak akan berkompromi" terhadap mereka yang telah melakukan kerusuhan.
Dia mengatakan "tidak ada yang membenarkan, tidak ada yang memaafkan" kekerasan yang dia sebut belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak terkendali.
Macron berjanji para pejabat tinggi akan "membuat keputusan berkoordinasi dengan para walikota untuk melindungi kota-kota kita, gedung-gedung publik, dan bisnis."
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melihat jalan-jalan di kota kita dijarah seperti ini sungguh tak tertahankan," katanya. Ia berjanji akan memberikan "dukungan" kepada pelaku bisnis yang menderita.
Macron berjanji akan ada "transparansi penuh" atas respons pasukan keamanan terhadap protes tersebut, setelah adanya kritik bahwa persiapan polisi tidak memadai.
Macron mengatakan telah meminta Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez untuk "mengambil semua pelajaran yang diperlukan", khususnya terkait pengumpulan intelijen dan antisipasi. Dan ia mengharapkan "jawaban yang jelas".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!