Langit Merah Mencekam di Barito Kuala, Karhutla Kepung Jalan Utama dan Ancam Rumah Warga

Senin, 19 Okt 2026, 02:05 WIB

BARITO KUALA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan lebih dari tiga hektare lahan di kawasan Jalan HM Yunus, Desa Sungai Rasau, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (18/10) malam, dengan api masih berkobar hingga pukul 22.45 Wita 

Api membakar lahan yang diperkirakan mencapai lebih dari tiga hektare dengan jarak sekitar 100 hingga 200 meter dari jalan utama penghubung Banjarmasin dengan kawasan Banua Anam di bagian utara Kalimantan Selatan.

Ket. Foto: Api karhutla menyala dan menghanguskan lahan di kawasan jalan lintas utama di kawasan Jalan H. M. Yunus, Sungai Rasau, Kecamatan Cerbon, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (18/10/2026) malam. — Sumber: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang

Api belum mencapai tepi jalan, tetapi berpotensi mengancam permukiman warga yang mayoritas berada di sepanjang jalan lintas tersebut. Sejumlah petugas mulai berdatangan ke lokasi untuk bersiaga dan mengantisipasi kemungkinan api merembet ke rumah warga serta kabel listrik di pinggir jalan tersebut.

Seorang warga setempat, Nazar (23), mengatakan kebakaran mulai terlihat sejak waktu maghrib dan kembali terlihat menyala setelah waktu isya.

“Baru kali ini kebakaran terjadi di titik ini, tepat di pinggir jalan, banyak warga yang berjaga,” ujarnya.

Lokasi karhutla tersebut menarik perhatian pengendera yang melintas serta warga setempat berjaga untuk mengantisipasi lokasi api tidak merembet ke rumah tinggal masing-masing.

Lokasi kebakaran berada di ruas jalan yang menjadi akses utama dari Banjarmasin menuju sejumlah kabupaten di kawasan Banua Anam dengan posisi lahan yang terbakar di dekat permukiman membuat upaya antisipasi perambatan api menjadi perhatian sejumlah petugas di lapangan.

Dalam beberapa hari belakangan di tengah kabut asap karhutla, kualitas indeks standar pencemar udara (ISPU) di Kabupaten Barito Kuala berada di zona hitam dengan hasil pemantauan ISPU KLH menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada pada kategori berbahaya.

Pada Minggu, pukul 22.00 Wita, pemantauan ISPU KLH di Kabupaten Barito Kuala menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 307 mikrogram per meter kubik yang masuk kategori berbahaya, atau sangat jauh dari kualitas udara kategori baik yang seharusnya berada di angka 0-15,5 mikrogram.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan per 14 Oktober 2026, Kabupaten Barito Kuala mencatat 467 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak telah mencapai 3.276,82 hektare.

BPBD Kalsel mencatat karhutla di seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut telah mencapai 4.926 kejadian dengan luas lahan terdampak 27.202,97 hektare hingga 14 Oktober 2026.

  • bpbd kalsel
  • karhutla barito kuala
  • kebakaran hutan kalsel
  • ispu berbahaya
  • kabut asap kalsel
  • barito kuala

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.