Lula dan Bolsonaro Berhadapan dalam Debat Jelang Pemilu Putaran Kedua

Senin, 19 Okt 2026, 02:20 WIB

RIO DE JANEIRO - Presiden sayap kiri Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, dan senator sayap kanan, Flavio Bolsonaro, berhadapan langsung dalam adu debat pertama pada Minggu (18/10), sepekan sebelum digelarnya pemilihan presiden putaran kedua yang sengit dan memecah belah.

Bolsonaro, 45 tahun, putra dari mantan presiden sayap kanan Jair Bolsonaro, secara mengejutkan unggul atas Lula di pilpres putaran pertama awal bulan ini, menentang prediksi dari hasil jajak pendapat.

Ket. Foto: Petahana Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, saat berkampanye di Juiz de Fora, Negara Bagian Minas Gerais, pada Jumat (16/10). Pada Minggu (18/10, Lula akan berhadapan dengan saingannya, Flavio Bolsonaro, dalam sesi debat jelang pemilihan presiden putaran kedua. — Sumber: AFP/MAURO PIMENTEL

Debat yang disiarkan televisi pada Minggu malam diperkirakan akan menjadi penentu dalam kampanye yang ditandai dengan skandal dan penghinaan. Pada Sesi debat putaran pertama, Lula menolak untuk hadir dengan saingan dan kandidat lainnya.

Meskipun Bolsonaro memimpin jajak pendapat sejak putaran pertama, keunggulannya sedikit menyempit dalam dua jajak pendapat pekan ini yang menunjukkan ia memperoleh 51 persen suara dibandingkan dengan 49 persen untuk Lula.

Sementara itu di kubu Lula, ia merombak kampanyenya untuk pilpres putaran kedua, setelah sebelumnya ia mengakui bahwa kampanye sebelumnya sebagai kampanye yang paling tidak terorganisir yang pernah diikutinya selama beberapa dekade berkecimpung di dunia politik.

Dia meminta bantuan para influencer muda sayap kiri untuk memberikan saran tentang strategi media sosialnya dan mulai membuat video selfie dalam upaya untuk terhubung dengan para pemilih.

Pekan lalu Lula menuduh raksasa teknologi Meta melakukan campur tangan dalam pemilihan dengan membatasi kontennya di Facebook, Instagram, dan WhatsApp, serta memberikan keuntungan yang tidak adil kepada kampanye Bolsonaro.

Koalisi kampanyenya mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (17/10) bahwa mereka telah meminta jaksa pemilu dan polisi untuk menyelidiki apakah kampanye Bolsonaro telah menerima keuntungan ekonomi dari Meta yang dapat dianggap sebagai pelanggaran pemilu.

Tuduhan tersebut juga telah disampaikan kepada pelapor khusus PBB tentang kebebasan berekspresi.

Meta membantah memihak dalam pemilihan tersebut tetapi mengakui beberapa kendala teknis, termasuk akun iklan kampanye Lula yang secara keliru dinonaktifkan selama tinjauan antikecurangan. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.