- Home
-
- Luar Negeri
-
- Serangan Drone Ukraina Han...
Serangan Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak di Saint Petersburg
Senin, 19 Okt 2026, 02:40 WIBMOSKWA - Serangan pesawat tak berawak Ukraina semalam telah menewaskan satu orang, melukai lima lainnya, dan membakar dua kilang minyak di Kota Saint Petersburg, Russia, kata gubernur kota itu pada Minggu (18/10).
"Satu orang tewas dan lima lainnya terluka serta dirawat di rumah sakit menyusul serangan besar-besaran yang dilakukan oleh pesawat tak berawak militer Ukraina," kata Gubernur Alexandre Beglov.
Dia menambahkan bahwa petugas pemadam kebakaran sedang berjuang memadamkan api di lokasi terminal minyak Saint Petersburg, yang juga dilanda kebakaran pada bulan Juni, depot minyak Ruchi, dan gudang-gudang industri di Distrik Kolpino di selatan kota.
Beglov menambahkan bahwa beberapa bangunan tempat tinggal telah terkena dampak dari serangan drone tersebut.
Pihak berwenang kota mengatakan serangan itu juga mengganggu penerbangan di bandara utama Saint Petersburg, salah satu bandara tersibuk di negara itu, yang membatasi operasionalnya untuk alasan keamanan, kata Beglov.
Serangan itu terjadi setelah pemimpin Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan pekan ini bahwa Kyiv akan melanjutkan serangan terhadap kilang minyak Russia, setelah gencatan senjata energi yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump gagal terwujud.
Zelenskyy bersikeras bahwa ia membela negaranya yang dilanda perang dalam menghadapi serangan Russia yang tiada henti, termasuk pada infrastruktur energi, sementara dukungan dari AS merosot.
Gubernur wilayah Leningrad yang mengelilingi Saint Petersburg, Alexander Drozdenko, mengatakan 145 drone telah ditembak jatuh dan sekitar 20.000 orang kehilangan aliran listrik setelah serangan drone tersebut.
"Serangan UAV (pesawat tanpa awak) skala besar terus berhasil dipukul mundur," tulis Drozdenko di Telegram.
Balasan
Saint Petersburg dan wilayah sekitarnya merupakan rumah bagi infrastruktur minyak utama. Ukraina secara khusus menargetkan sektor ini dalam beberapa bulan terakhir sebagai pembalasan atas pemboman Russia.
Kantor berita TASS mengatakan serangan itu adalah yang terbesar di wilayah tersebut sejak dimulainya perang pada Februari 2022.
Kementerian Pertahanan Russia mengatakan secara keseluruhan 1.015 drone Ukraina berhasil dinetralisir pada Sabtu (17/10) malam di sekitar 15 wilayah di selatan dan barat Russia, termasuk Ibu Kota Moskwa.
Jaringan sosial Russia, VK, mengatakan serangan itu menargetkan salah satu pusat datanya di wilayah tersebut, tetapi situs tersebut tetap beroperasi seperti biasa.
Presiden Trump yang berulang kali mengkritik serangan Ukraina terhadap kilang dan depot minyak Russia, menandatangani perintah eksekutif pada Jumat (16/110) untuk mencabut sanksi dan tarif yang menargetkan pendapatan energi Moskwa.
Langkah tersebut, yang diambil meskipun Russia meningkatkan serangan terhadap Ukraina pada tahun kelima perang mereka, menuai kritik baik di Eropa maupun di AS. AFP/I-1
- Drone
- Kilang Minyak
- Saint Petersburg
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Sinyal Jadi Petunjuk! Kemkomdigi Lacak Perangkat Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
-
Dukung Petani Lokal, Sri Lanka Kembangkan 'Drone' Pertanian
-
Harga Gabah di Musim Panen Tinggi, Petani Ujungjaya Sumedang Senang
-
Disbudpar Kota Tangerang: Festival Situ Gede 2026 Hadirkan Hiburan dan Peluang Ekonomi bagi Warga
-
Syukuran HUT Ke-81 RI di Surakarta, Kapolri: NKRI Merupakan Rumah Bersama
-
Harga Emas pada Kamis (20/8) Galeri24, Antam, UBS di Pegadaian Serempak Naik
-
Sekda Diperiksa KPK, Bupati Langkat Mulai Keringat Dingin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.