Jepang akan Luncurkan Misi ke Salah Satu Bulan Mars

Senin, 19 Okt 2026, 02:10 WIB

TOKYO - Para ilmuwan Jepang sedang mempersiapkan misi ke bulan-bulan Mars untuk mengambil sampel yang dapat membantu mengungkap asal-usul tata surya dan kehidupan di Bumi, yang bertujuan menjadi perjalanan pulang pergi pertama ke wilayah Mars.

Wahana antariksa tanpa awak Martian Moons eXploration (MMX), hasil kolaborasi antara badan antariksa Amerika Serikat (AS) dan Eropa serta berbagai universitas dan perusahaan teknologi, juga dapat membantu meletakkan dasar bagi eksplorasi manusia di masa depan.

Ket. Foto: Roket H3 milik badan antariksa jepang (Japan Aerospace Exploration Agency/JAXA) melesat ke udara dari Pusat Luar Angkasa Tanegashima di Prefektur Kagoshima pada 11 Agustus lalu. Pada Selasa (20/10) pagi, JAXA akan meluncurkan roket H3 yang membawa wahana antariksa tanpa awak Martian Moons eXploration. — Sumber: AFP

“Roket utama H3 yang membawa MMX dijadwalkan lepas landas dari Pusat Antariksa Tanegashima pada Selasa (20/10) pukul 4.41 pagi,” lapor Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA). "Bisa terlibat dalam misi sebesar ini sungguh sangat menggembirakan," kata Makoto Arita, manajer proyek tim roket H3 JAXA, kepada wartawan dua hari sebelum peluncuran.

Wahana antariksa itu akan tiba di dekat Mars sekitar bulan Agustus tahun depan, di mana ia akan mengorbit salah satu bulannya, Phobos, sebelum mendarat dan mengumpulkan setidaknya 10 gram material dari permukaan selama tiga tahun beroperasi di dalam lingkup Mars.

Sebuah robot penjelajah yang diberi nama IDEFIX, nama Prancis untuk anjing tokoh komik Asterix, pertama-tama akan melakukan pengamatan permukaan yang bertujuan untuk memastikan pendaratan yang aman.

"Pengambilan sampel (dari) Phobos tentu saja merupakan yang pertama di dunia dan misi ini adalah perjalanan pulang pergi pertama ke sistem Mars," kata manajer proyek MMX, Yasuhiro Kawakatsu, kepada AFP.

JAXA mengatakan misi ini juga akan mengeksplorasi kemungkinan menggunakan Phobos sebagai stasiun luar angkasa alami dengan menetapkan persyaratan untuk perjalanan pulang pergi ke Mars, sesuatu hal yang "enting untuk eksplorasi Mars berawak.

Wahana MMX  rencananya juga akan mengamati bulan Deimos milik Planet Merah, meskipun tidak akan mendarat di sana, sebelum kembali ke Bumi.

JAXA sendiri berharap misi ini akan mengungkap bagaimana Mars dan dua bulannya terbentuk, sebuah pengetahuan kunci dalam memahami bagaimana tata surya lahir. Para ilmuwan JAXA mengatakan bahwa pasir dan batuan dari Phobos mungkin menawarkan lebih banyak variasi sampel daripada yang ada di planet itu sendiri, terutama jika terbentuk akibat tabrakan antara benda langit dan Mars. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.