Sabo Dam Saja Tak Cukup, Guru Besar Unand Bongkar Cara Hentikan Banjir Lumpur Padang
📅 Minggu, 18 Okt 2026, 20:16 WIB | Oleh: AlfredSementara itu, banjir di Batang Kuranji dan Air Dingin membawa sedimen halus yang dapat tetap melayang bersama aliran air berkecepatan tinggi.
Ia mengatakan ketika aliran meluap ke kawasan permukiman di kipas aluvial dan kecepatannya menurun, sedimen halus tersebut mengendap dan membentuk timbunan lumpur.
“Material lumpur yang terbawa banjir akan tertinggal di permukiman saat air kehilangan daya dorong setelah keluar dari alur sungai, sehingga endapan sedimen semakin menumpuk,” kata dia.
Ia menyebut pada banjir banjir 3 Agustus 2026, endapan lumpur di sejumlah kawasan dilaporkan mencapai ketebalan 20–60 sentimeter, sedangkan banjir 10 Oktober diperkirakan meninggalkan timbunan lebih tebal karena konsentrasi sedimennya lebih pekat.
Ia mengungkapkan pemeliharaan kapasitas alur sungai bagian hilir dan optimalisasi pembilasan sedimen menuju laut lepas juga diperlukan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penataan bangunan pelindung muara atau jetty agar sedimen yang terbawa aliran sungai tidak tertahan di kawasan permukiman.
Ia menegaskan penanganan banjir berlumpur di Kota Padang perlu mengintegrasikan pemulihan kawasan hulu, pengendalian pembangunan di daerah resapan, rekayasa kecepatan aliran, serta optimalisasi fungsi hilir dan muara sungai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!