Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sabo Dam Saja Tak Cukup, Guru Besar Unand Bongkar Cara Hentikan Banjir Lumpur Padang

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 20:16 WIB | Oleh:
Sabo Dam Saja Tak Cukup, Guru Besar Unand Bongkar Cara Hentikan Banjir Lumpur Padang Doc: ANTARA/HO-Akademisi Unand
Ket. Aliran Batang Kuranji di sekitar Jembatan Raya Nanggalo pada 10 Oktober 2026. Aliran air meluncur deras dengan membawa material sedimen melayang berpekat tinggi tanpa dominasi rombakan kayu besar.

PADANG - Akademisi Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat (Sumbar), menilai pemulihan kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS), pengendalian kecepatan aliran air, serta optimalisasi fungsi sungai dan muara menjadi solusi terpadu untuk mengurangi risiko banjir berlumpur di Kota Padang.

“Saya menilai penanganan banjir Padang harus menyasar kawasan hulu, pengendalian debit air, serta pembenahan sungai dan muara agar aliran air lebih terkendali,” kata Guru Besar Teknik Sipil Unand Prof Mas Mera di Padang, Minggu.

Ia menjelaskan penanganan banjir perlu dilakukan melalui restorasi kawasan hulu, penataan tata ruang, rekayasa pengendalian aliran, serta optimalisasi pembilasan sedimen di bagian hilir dan muara sungai.

Lebih lanjut ia mengatakan pemerintah perlu melakukan moratorium izin pembangunan perumahan di kawasan hulu serta reboisasi secara masif di DAS Air Dingin dan DAS Kuranji untuk mengembalikan kemampuan tanah menyerap air dan menekan erosi permukaan.

Ia juga mengatakan peninjauan kembali tata guna lahan di kawasan kipas aluvial juga diperlukan untuk mengurangi risiko pengendapan lumpur ketika aliran sungai meluap ke kawasan permukiman.

“Pemanfaatan lahan di kawasan kipas aluvial perlu dievaluasi agar dampak luapan sungai terhadap permukiman dapat diminimalkan, terutama akibat material lumpur yang terbawa arus saat banjir,” ujar dia.

Ia menyebut banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 10 Oktober 2026 dipicu hujan ekstrem selama delapan jam 20 menit, mulai pukul 11.20 WIB hingga 19.40 WIB.

Stasiun Penakar Hujan Air Dingin mencatat akumulasi curah hujan mencapai 171,5 milimeter, dengan intensitas maksimum 38 milimeter per jam pada rentang pukul 14.30–14.45 WIB.

Sebagai pembanding, banjir pada 3 Agustus 2026 terjadi setelah hujan selama enam jam, yakni pukul 12.00–18.00 WIB, dengan curah hujan 167 milimeter dan intensitas maksimum 67 milimeter per jam pada rentang pukul 14.00–15.00 WIB.

Menurut dia, kedua kejadian tersebut sama-sama memicu banjir luapan dan limpasan lumpur dalam jumlah besar.

Namun, banjir pada 10 Oktober 2026 didominasi aliran dengan konsentrasi sedimen tinggi, yang mengindikasikan kondisi erosi permukaan dan erosi alur di hulu DAS Air Dingin serta DAS Kuranji telah berada pada tingkat sangat kritis.

Untuk mengurangi dampak banjir, ia juga mengusulkan pembangunan infrastruktur pengendali aliran secara bertingkat dan berseri di kawasan hulu.

Menurut dia, bangunan tersebut dirancang untuk mengurangi kecepatan aliran air sehingga waktu konsentrasi sungai menjadi lebih panjang dan debit puncak banjir dapat ditekan sebelum mencapai kawasan perkotaan.

Ia menilai pembangunan sabo dam saja tidak cukup untuk menghentikan banjir berlumpur karena bangunan tersebut terutama dirancang untuk menahan sedimen kasar, batuan, dan material aliran rombakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.