• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • PepsiCo Gandeng Lima Start...

PepsiCo Gandeng Lima Startup Kembangkan Solusi Logistik dan Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 18 Okt 2026, 20:57 WIB

JAKARTA — PepsiCo menjajaki peluang kolaborasi komersial dengan lima perusahaan rintisan (startup) di kawasan Asia Pasifik melalui program Greenhouse APAC 2026: The IMPACT Edition. Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk mengevaluasi potensi penerapan solusi di bidang efisiensi logistik, pertanian berkelanjutan, pengurangan emisi, dan ekonomi sirkular.

Kelima startup yang terlibat adalah Adiona dari Australia, Bali Waste Cycle dari Indonesia, Beijing AIForce Tech (BAIFT) dari China, Takachar dari Thailand, dan X-Centric Sciences dari Australia. Selama tujuh bulan, para peserta bekerja bersama tim lintas fungsi PepsiCo untuk mengkaji aspek teknis, operasional, komersial, dan kepatuhan dari teknologi yang mereka kembangkan.

Ket. Foto: Kiri–Kanan: Lisa Deng (Chief Financial Officer Asia Pacific & Greater China PepsiCo), Roozbeh Ravansari (Chief Executive Officer X-Centric Sciences), Vidyut Mohan (Chief Executive Officer Takachar), Weihua Li (Division VP Beijing AIForce Tech), Olivia Anastasia Padang (Co-Founder Bali Waste Cycle), Richard Savoie (Founder & Chief Executive Officer Adiona Tech), dan Ashley Brown (Chief Sustainability Officer APAC & India PepsiCo) dalam acara penandatanganan Letter of Intent (LoI). — Sumber: PesiCo Indonesia

Program ini dirancang untuk membantu startup bergerak dari tahap uji coba menuju kesiapan komersial. Melalui kerangka kerja IMPACT, setiap peserta memperoleh pendampingan dari para ahli PepsiCo di bidang keberlanjutan, rantai pasok, pengadaan, riset dan pengembangan, operasional, keuangan, hingga hukum.

Penandatanganan LoI menjadi langkah awal untuk membahas kemungkinan kerja sama lanjutan. Namun, implementasi maupun aktivitas komersial dari setiap solusi masih bergantung pada hasil evaluasi dan kesepakatan berikutnya.

Chief Executive Officer PepsiCo Asia Pacific Anne Tse mengatakan, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membangun bisnis yang tangguh dan mendukung pertumbuhan di kawasan tersebut.

“Melalui program Greenhouse Accelerator, kami mempertemukan para pengusaha dengan tim PepsiCo untuk menguji berbagai solusi inovatif terhadap tantangan bisnis dan operasional yang nyata di seluruh sistem pangan,” ujar Anne melalui siaran pers pada hari Jumat (18/10/2026).

Menurutnya, kolaborasi dengan startup, investor, dan mitra lainnya dapat memperkuat ekosistem inovasi sekaligus membuka peluang penerapan solusi yang mendukung ketahanan dan pertumbuhan bisnis.

Penjajakan Teknologi di Lima Startup

Masing-masing startup mengembangkan solusi dengan fokus berbeda sesuai kebutuhan operasional dan tingkat kematangan teknologinya. Adiona, misalnya, melanjutkan penjajakan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan rute dan meningkatkan efisiensi armada. Setelah mengikuti program IMPACT Edition, startup asal Australia itu menandatangani LoI dengan PepsiCo untuk mengeksplorasi peluang optimasi jaringan dan logistik di China. Simulasi logistik juga dilakukan di China dan Thailand.

Sementara itu, Beijing AIForce Tech melanjutkan kerja sama dengan PepsiCo China dalam pengembangan mesin pertanian bertenaga listrik. Traktor listrik berkapasitas 140 tenaga kuda (HP) milik BAIFT telah digunakan melalui perjanjian sewa komersial selama lima tahun untuk mendukung budidaya kentang di lahan petani mitra dalam rantai pasok pertanian PepsiCo.

BAIFT juga tengah menguji traktor berkapasitas lebih besar, yakni 180 HP, yang dijadwalkan menyelesaikan pengujian pada akhir 2026. Melalui LoI yang ditandatangani, kedua pihak menjajaki perluasan kemitraan di China, termasuk peluang penerapan teknologi pertanian lainnya.

Di Indonesia, Bali Waste Cycle bekerja sama dengan PepsiCo Indonesia untuk menjajaki perluasan pengumpulan dan daur ulang kemasan plastik fleksibel, termasuk kemasan makanan ringan. Salah satu hasil pengembangan yang telah dilakukan adalah pemanfaatan material kemasan hasil pemulihan menjadi papan petunjuk jalan yang dipasang di Denpasar dan Gianyar, Bali.

Kedua pihak juga mengeksplorasi potensi pemanfaatan material daur ulang tersebut untuk berbagai kebutuhan, termasuk di sektor pariwisata dan korporasi. Melalui LoI, PepsiCo dan Bali Waste Cycle menjajaki perluasan program pengelolaan sampah plastik fleksibel di Indonesia.

Startup asal Thailand, Takachar, berfokus pada teknologi portabel yang mengolah residu pertanian menjadi biochar atau arang hayati. Dalam program ini, Takachar dan PepsiCo mengevaluasi persyaratan operasional serta komersial untuk kemungkinan penerapan teknologi tersebut di sepanjang rantai nilai pertanian. LoI yang ditandatangani membuka ruang untuk mengevaluasi peluang pemanfaatannya di kawasan Asia Pasifik.

Adapun X-Centric Sciences mengembangkan teknologi kecerdasan tanah (soil intelligence) untuk mendukung pengambilan keputusan terkait kesehatan tanah dan penggunaan input pertanian. Setelah melakukan serangkaian uji coba lapangan bersama tim pertanian PepsiCo di Australia, perusahaan tersebut menandatangani LoI untuk menjajaki penerapan teknologi pemantauan tanah presisi di pasar tersebut. Pengembangan ini juga diarahkan untuk mendukung rencana peluncuran komersial perangkat mereka pada 2027.

Ekosistem Startup dan Inovasi

Selain perkembangan dari kelima peserta, sejumlah startup juga mencatat pencapaian setelah mengikuti program tersebut. BAIFT, misalnya, melaporkan telah memperoleh pendanaan Seri B senilai US$60 juta. Sementara itu, X-Centric Sciences terpilih mengikuti program akselerator AI for the Planet perdana dari Google DeepMind di Asia Pasifik.

PepsiCo Greenhouse APAC Program diluncurkan pada 2023 dengan fokus pada ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, dan solusi iklim. Sejak saat itu, program tersebut telah melibatkan 30 startup dan mendukung 22 proyek percontohan di kawasan Asia Pasifik.

Memasuki edisi keempat pada 2026, program ini mengarahkan perhatian lebih besar pada kesiapan komersial, integrasi solusi ke dalam kegiatan bisnis, serta kemungkinan penerapan dalam skala lebih luas. Program tersebut juga didukung jaringan mitra dari sektor modal ventura, pertanian, dan inovasi untuk membantu peserta memperoleh wawasan mengenai akses pasar, kesiapan investasi, serta komersialisasi teknologi.

Setelah program berakhir, PepsiCo dan kelima startup akan melanjutkan pembahasan berdasarkan LoI yang telah ditandatangani. Evaluasi berikutnya akan mempertimbangkan kinerja teknologi, nilai bisnis, kesesuaian operasional, serta kebutuhan pasar sebelum keputusan implementasi diambil.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.