Sulap 55 Cagar Budaya Jadi Tambang Uang, Pemkab Bogor Genjot Wisata Kebudayaan

Minggu, 18 Okt 2026, 21:15 WIB

CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, mendorong integrasi antara pelestarian kebudayaan lokal dan sektor pariwisata guna memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. 

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor Titi Sugiarti di Cibinong, Minggu (18/10), mengatakan daerahnya memiliki 55 cagar budaya yang perlu dijaga kelestariannya sekaligus berpotensi mendukung pengembangan pariwisata.

Ket. Foto: Peringatan Hari Kebudayaan Nasional tingkat Kabupaten Bogor di Alun-Alun, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/10/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor

"Ke depan, kami berharap kebudayaan dapat berkolaborasi dengan sektor pariwisata dan sektor lainnya sehingga tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," kata Titi.

Menurut dia, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui upaya menjaga peninggalan sejarah dan tradisi, tetapi juga perlu melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar warisan budaya tetap dikenal dan diwariskan.

Titi menjelaskan Kabupaten Bogor memiliki sejumlah kekayaan budaya yang telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tingkat nasional.

Warisan budaya tersebut meliputi Pencak Silat Cimande, Angklung Gubrag, Seni Cibatok, serta Laksa Bogor, khususnya Laksa Cihideung.

Pengakuan terhadap kekayaan budaya tersebut, menurut dia, menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus menjaga keberlangsungan tradisi lokal.

"Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kita untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Kabupaten Bogor," ujar dia.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian, Pemkab Bogor menggelar kegiatan Semarak Kebudayaan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional tingkat Kabupaten Bogor di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Cibinong, Minggu.

Kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional, mulai dari tarian Sunda hingga pencak silat.

Selain menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan sanggar budaya, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada penggiat kebudayaan serta apresiasi terhadap warisan budaya yang telah mendapatkan penetapan tingkat nasional.

Titi mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menyaksikan berbagai pertunjukan budaya tersebut. Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah.

Ia berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan tradisi lokal, sekaligus memperluas pengenalan kekayaan budaya Kabupaten Bogor kepada masyarakat.

Peringatan Hari Kebudayaan Nasional tingkat Kabupaten Bogor tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika bersama jajaran pemerintah daerah.

  • pemkab bogor
  • warisan budaya takbenda
  • cagar budaya bogor
  • wisata budaya bogor
  • hari kebudayaan nasional

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.