IMF: Serangan Houthi ke Arab Saudi Berpotensi Ganggu Ekonomi Global

Kamis, 15 Okt 2026, 03:10 WIB

BANGKOK - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperingatkan bahwa serangan terhadap Arab Saudi di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi menimbulkan dampak ekonomi global dan dirasakan masyarakat di berbagai negara.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva mengatakan perekonomian Arab Saudi memiliki peran penting, baik bagi negara-negara di kawasan maupun perekonomian dunia. Sebab itu, eskalasi konflik yang mengganggu stabilitas kawasan dapat memperbesar tekanan terhadap perekonomian global.

Ket. Foto: Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva. — Sumber: ANTHONY WALLACE/AFP

“Perekonomian Arab Saudi penting bagi kawasan ini dan dunia,” kata Georgieva dalam konferensi pers di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok, Rabu (14/10).

Serangan kelompok Houthi terhadap bandara internasional di Riyadh pada akhir pekan dilaporkan menewaskan 13 orang dan menyebabkan operasional bandara dihentikan. Serangan tersebut disebut sebagai yang terburuk sejak 2015.

Eskalasi tersebut juga memicu kecaman dari negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) dan sejumlah negara lainnya. Berbagai pihak menilai serangan terhadap Arab Saudi merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian internasional agar tidak terus berlanjut.

Mengutip Al Jazeera, militer Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA) telah membahas upaya memperkuat kerja sama keamanan bersama. Sementara itu, menteri luar negeri Mesir dan Inggris juga membahas situasi tersebut serta mengecam serangan terhadap Arab Saudi.

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, turut menyampaikan kecaman saat pembukaan Dewan Syura di Doha.

Serangan militer Houthi dinilai sebagai bagian dari tekanan terhadap kawasan yang tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konsekuensi ekonomi. Jika konflik terus berlanjut, dampaknya terhadap perekonomian internasional dikhawatirkan semakin besar.

Bantuan Pangan Terancam

Di tengah meningkatnya ketegangan regional, krisis kemanusiaan di Yaman juga semakin memburuk. Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (World Food Programme/WFP) memperingatkan bahwa eskalasi konflik telah memutus akses bantuan pangan bagi sekitar 800 ribu orang.

Pergerakan garis depan pertempuran, penutupan jalan, serta memburuknya kondisi keamanan membatasi akses lembaga kemanusiaan ke sejumlah wilayah penting. Situasi tersebut mengancam pasokan bantuan yang dibutuhkan masyarakat untuk bertahan hidup.

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman. Pertempuran yang terus berlangsung dan ancaman penutupan jalan membuat sejumlah distrik yang dihuni ribuan keluarga pengungsi tidak dapat dijangkau oleh bantuan kemanusiaan.

  • stabilitas kawasan

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.