Kerugian bagi PSIM, Main di Kandang Tanpa Penonton Saat Menghadapi PSM
Rabu, 14 Okt 2026, 01:45 WIBYOGYAKARTA â PSIM Yogyakarta yang belum pernah menang mengalami kerugian karena bermain di kandang, tapi tak boleh ada penonton. Laga kandang PSIM Yogyakarta saat melawan PSM Makassar pada pekan kelima BRI Super League 2026/27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10) pukul 15.30 WIB dipastikan digelar tanpa kehadiran penonton.
Penyesuaian operasional ini harus dilakukan lantaran jadwal pertandingan berdekatan dengan persiapan agenda nasional di kawasan stadion, yakni Silaturahim Nasional (SILANAS) III Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh 2026 yang akan terselenggara pada Minggu (18/10) mendatang.
Ketua Match Organizing Committee (MOC) atau Panitia Pelaksana PSIM, Ermantino Handokomulyo, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tetap memberikan izin penggunaan stadion, tetapi dengan syarat pembatasan massa guna menjamin kelancaran acara nasional tersebut.
"Kami berterima kasih kepada Pemkab Bantul dan pihak kepolisian yang mengizinkan laga kandang ini tetap digelar di SSA. Namun, agar tidak mengganggu persiapan serta pemeliharaan fasilitas Silanas III, kami sepakat pertandingan harus steril dari penonton. Kami sangat menghormati keputusan tersebut dan berkomitmen penuh menjaga ketertiban bersama," ungkap Ermantino, dikutip dari laman resmi I.League, Selasa.
Guna memastikan kondusivitas, Panitia Pelaksana akan melakukan sterilisasi ketat di area luar hingga Ring 1 stadion selama hari pertandingan. Hanya tim, ofisial, dan pihak berkepentingan dengan akreditasi resmi yang diizinkan memasuki area stadion.
MOC dan Manajemen PSIM sangat memahami kekecewaan Brajamusti dan The Maident yang tidak bisa mengawal laga krusial ini dari tribun. Meski terasa berat, PSIM secara tegas mengimbau seluruh elemen suporter untuk tidak memaksakan diri datang ke kawasan stadion atau menggelar konvoi di jalanan.
"Kami memohon pengertian dan kerja sama seluruh pendukung setia PSIM untuk mematuhi aturan ini. Doa dan energi positif dari kediaman masing-masing akan tetap sampai dan menjadi kekuatan utama perjuangan Laskar Mataram di lapangan," pungkas Ermantino.
Saat ini, Laskar Mataram sedang berada di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-16, setelah hanya meraih satu poin dari empat pertandingan. Sementara itu, PSM berada tepat di atas PSIM, yaitu di peringkat ke-15 dengan koleksi dua poin.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Messi Sebut Mental Baja Jadi Kunci Argentina Singkirkan Inggris dan Lolos ke Final
-
Jakarta Jadi Tuan Rumah Pertama Harmony in Diversity Award 2026
-
InJourney Airports Pertahankan Predikat Terbaik Layanan Contact Center di Indonesia
-
Produksi Ikan di Agam Digenjot! Pemkab Beri Pembinaan Teknis untuk Pembudidaya
-
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Minta Kasus Kekerasan Santri di Lombok Diusut Tuntas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.