- Home
-
- Luar Negeri
-
- Rudal Korea Utara Meluncur...
Rudal Korea Utara Meluncur Sejauh 900 Km, Seoul Siaga Hadapi Ancaman Baru
Senin, 12 Okt 2026, 17:15 WIBSeoul - Korea Utara pada Senin (12/10) menembakkan sejumlah rudal balistik ke perairan lepas pantai timurnya, menurut militer Seoul, setelah ketegangan antara kedua negara meningkat selama beberapa pekan menyusul ledakan ranjau darat di perbatasan yang dijaga ketat.
Sejak ledakan yang melukai tiga tentara Korea Selatan di wilayah Zona Demiliterisasi (DMZ) yang berada di bawah kendali Seoul, kedua negara sama-sama mengumumkan uji tembak teknologi rudal yang telah ditingkatkan.
"Militer kami mendeteksi beberapa rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Pyongyang menuju Laut Timur sekitar pukul 09.20 (00.20 GMT)," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) pada Senin, merujuk pada perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
"Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap kemungkinan peluncuran tambahan," demikian pernyataan JCS.
Kementerian Pertahanan Jepang secara terpisah juga mengonfirmasi peluncuran sedikitnya satu rudal yang diduga merupakan rudal balistik.
Menurut JCS, beberapa rudal Korea Utara yang terdeteksi terbang sejauh lebih dari 900 kilometer. Sementara itu, Korea Selatan dan sekutu lamanya, Amerika Serikat, tengah menganalisis spesifikasi pasti rudal-rudal tersebut.
Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan menggelar rapat darurat setelah peluncuran tersebut untuk meninjau kesiapan militer negara itu.
Penyelidikan bersama Seoul dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu menyimpulkan bahwa Korea Utara telah memasang ranjau darat yang meledak di DMZ lebih dari setahun lalu. Pyongyang dengan keras membantah tuduhan tersebut.
Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang memiliki pengaruh besar, mengecam tuntutan Korea Selatan agar Pyongyang meminta maaf sebagai tindakan yang "tercela". Ia juga secara terpisah menolak tawaran peralatan medis dari Seoul.
Uji Coba Berbalas
Pada 3 Oktober, Pyongyang menguji tembak rudal balistik jarak menengah. Kim Yo Jong mengatakan rudal tersebut menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang tidak dirinci dan "mampu mengubah lintasan terbangnya pada ketinggian rendah".
Beberapa hari kemudian, Seoul menyatakan berhasil menguji kendaraan luncur hipersonik (hypersonic glide vehicle/HGV) buatan dalam negeri. Senjata tersebut dibawa ke atmosfer atas menggunakan pendorong roket atau rudal balistik sebelum meluncur menuju sasaran.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyatakan HGV tersebut menawarkan "kemampuan penangkal baru yang mampu menyerang sasaran-sasaran utama dalam lingkungan operasional di Semenanjung Korea".
Pada Kamis, Kim Yo Jong mengatakan Seoul harus menunjukkan "rasa hormat setinggi-tingginya" jika ingin memperbaiki hubungan dengan Korea Utara.
"Jika mereka (Korea Selatan) benar-benar ingin memulihkan hubungan antara Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) dan Korea Selatan, mereka harus memperhatikan perasaan pihak lain dalam setiap perkataan dan tindakan, serta terlebih dahulu menunjukkan rasa hormat, pertimbangan, dan ketulusan setinggi-tingginya," katanya pada Kamis, dengan menggunakan singkatan resmi nama negaranya.
Ketegangan yang terus meningkat terjadi ketika pendekatan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Pyongyang memunculkan kekhawatiran bahwa Seoul, sebagai sekutu Washington, dapat tersisih dalam kemungkinan perundingan nuklir yang melibatkan Korea Utara.
Pada Oktober, Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal balistik jarak pendek sehari setelah Trump mengisyaratkan kemungkinan bertemu dengan Kim Jong Un pada tahun ini.
Seoul dan Pyongyang secara teknis masih berada dalam keadaan perang karena konflik Korea berakhir pada 1953 melalui perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.
DMZ merupakan salah satu perbatasan dengan pengamanan paling ketat di dunia. Insiden ranjau darat sebelumnya juga pernah meningkatkan ketegangan antara kedua negara.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Kembang Api Meriahkan Pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta
-
Badan Intelijen Korsel Digerebek, Diduga Terlibat Insiden Drone di Korut
-
Pangkas Birokrasi Perizinan, Pemkab Bekasi Luncurkan Aplikasi BOSS
-
Messi Cetak 4 Gol, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 di MLS
-
Korut Ancam Korsel Jika Terbangkan Drone ke Wilayahnya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.