Wayang Jogja Night Carnival 2026 Hadirkan Parade Budaya dan Kisah Leluhur di Yogyakarta.
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 10:30 WIB | Oleh: Yebdi TrismarWakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X menyatakan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (7/10) malam, menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung beragam tradisi dan kisah leluhur melalui parade budaya.
Wagub DIY pada sambutan pembukaan WJNC 2026 di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu malam, mengatakan kehadiran tradisi pada ruang terbuka tersebut membuat nilai-nilai filosofi dapat semakin dikenal dan dihayati oleh warga dari segala usia.
"Di Sumbu Filosofis ini, tradisi hadir di jalan raya, sehingga kisah leluhur dapat dikenal dan dihayati warga dari segala usia. Semoga karnaval ini menjadi ruang belajar bersama," kata Wagub DIY.
Parade budaya yang menampilkan karakter wayang dari 14 kemantren (kecamatan) di Kota Yogyakarta itu telah menyatukan ribuan masyarakat di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer untuk menyaksikan event puncak HUT ke-270 Kota Yogyakarta itu.
Sebanyak 14 tokoh wayang yang hadir dalam parade yakni Bhatari Gagarmayang, Prabu Nilaudraka, Bhatara Guru, Bhatara Penyarikan, Bhatara Bayu, Bhatara Sambu, Bhatara Daneswara, Bhatara Uma, Sang Hyang Candra, Bhatara Indra, Bhatara Brahma, Bhatara Nurada, Bhatara Kamajaya, dan Bhatara Surya.
Wagub DIY mengatakan tema Ganakalajaya yang diambil dalan rangkaian WJNC tersebut mengisahkan kelahiran Dewa Ganesha dipandang memiliki nilai yang selaras dengan Yogyakarta sebagai kota pelajar.
Sebagai tempat para pelajar dari berbagai penjuru negeri untuk menimba ilmu, Wagub DIY mengingatkan, ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti pada pengetahuan semata, melainkan perlu dijalani dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Sebagai kota pelajar, leluhur mengajarkan 'ngelmu iku kelakone kanthi laku', ilmu menjadi hidup ketika dijalani. Para pelajar datang dari penjuru negeri untuk menimba pengetahuan di kota ini, maka kita berharap ilmu itu tumbuh menjadi kecakapan dan kecakapan menjadi pengabdian," katanya.
Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan makna tema "Ganakalajaya" yang diusung WJNC 2026 tersebut membawa pesan "Ora Mingkuh", yang berarti tidak menghindar dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan.
"Gana dimaknai sebagai kekuatan masyarakat, Kala sebagai tantangan zaman, dan jaya sebagai kejayaan bersama," katanya.
Menurut dia nilai-nilai tersebut sejalan dengan tema dan semangat yang dibawa Yogyakarta yakni "Otentik Konkret", sebab, Yogyakarta memiliki banyak kekayaan yang bersifat autentik, diantaranya nilai-nilai dan warisan budaya, kesenian, pendidikan, hingga ragam destinasi wisata.
"Oleh karena itu, semangat kali ini adalah bagaimana membuat nilai-nilai yang autentik itu menjadi konkret, bisa dinikmati oleh warga masyarakat. Sehingga hari ini kita mengambil tagline dengan Otentik dan Konkret," katanya.
Wali Kota mengatakan, keistimewaan WJNC 2026 juga terletak pada momentum satu dekade penyelenggaraannya, jika pada tahun-tahun sebelumnya panggung utama di kawasan Tugu, tahun 2026 panggung utama dipusatkan di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
Meski demikian, kata Hasto, Pemerintah Kota Yogyakarta terbuka terhadap berbagai masukan terkait perpindahan panggung utama tersebut demi penyelenggaraan WJNC yang semakin baik pada tahun-tahun mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!