Presiden Prabowo Hari ini Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun di Halmahera Tengah
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 10:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Instagram/@sekretariat.kabinet
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Halmahera Tengah, Maluku Utara, dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (8/10) pagi, untuk meluncurkan 11 proyek hilirisasi.
Presiden bertolak menuju Kabupaten Halmahera Tengah untuk meluncurkan program hilirisasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun.
“Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara untuk meluncurkan program hilirisasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun berupa ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peluncuran 11 proyek program hilirisasi,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ia menjelaskan 11 proyek tersebut terdiri atas komersialisasi empat proyek industri dan pembangunan tujuh proyek industri baru di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono.
Selain itu, Presiden turut didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dalam penerbangan menuju Maluku Utara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).
Bahlil mengatakan kementerian koordinator tersebut dibentuk untuk memperkuat konsolidasi program hilirisasi dan transisi energi yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo.
“Kita tahu bahwa Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi, dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan,” kata Bahlil seusai pelantikan.
Bahlil menyatakan kementerian yang dipimpinnya akan berperan sebagai koordinator kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi, untuk mempercepat pencapaian target hilirisasi dan transisi energi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!