Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Presiden Prabowo Hari ini Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun di Halmahera Tengah

28 Kamis, 08 Okt 2026, 10:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Prabowo Hari ini Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun di Halmahera Tengah Presiden Prabowo Hari ini Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun di Halmahera Tengah Doc: Instagram/@sekretariat.kabinet
Ket. Presiden Prabowo Subianto bersiap bertolak ke Halmahera Tengah, Maluku Utara dari Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (8/10/2026)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Halmahera Tengah, Maluku Utara, dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (8/10) pagi, untuk meluncurkan 11 proyek hilirisasi.

Presiden bertolak menuju Kabupaten Halmahera Tengah untuk meluncurkan program hilirisasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun.

“Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara untuk meluncurkan program hilirisasi senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun berupa ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peluncuran 11 proyek program hilirisasi,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Ia menjelaskan 11 proyek tersebut terdiri atas komersialisasi empat proyek industri dan pembangunan tujuh proyek industri baru di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono.

Selain itu, Presiden turut didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dalam penerbangan menuju Maluku Utara.

Sebelumnya, Presiden Prabowo melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10).

Bahlil mengatakan kementerian koordinator tersebut dibentuk untuk memperkuat konsolidasi program hilirisasi dan transisi energi yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo.

“Kita tahu bahwa Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi, dan ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan,” kata Bahlil seusai pelantikan.

Bahlil menyatakan kementerian yang dipimpinnya akan berperan sebagai koordinator kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi, untuk mempercepat pencapaian target hilirisasi dan transisi energi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Menhut Ungkap Situasi Karhutla Berangsur Membaik

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menhut Ungkap Situasi Karhu...
Nasional
Kemenhub Usulkan WFA untuk ...
Megapolitan
Telin Dorong Kemandirian Di...
Megapolitan
Pramono Tegaskan Tiket Anco...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.