Antisipasi Bencana, Pemerintah Kota Bengkulu Siagakan Tim 24 Jam

Minggu, 27 Sep 2026, 14:58 WIB

KOTA BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, menyiagakan tim yang terdiri dari 16 personel untuk siaga 24 jam guna mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan lainnya. 

Sebab, intensitas hujan diperkirakan meningkat pada Oktober 2026 dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir, tanah longsor dan lainnya khususnya untuk kawasan rawan genangan air.

Ket. Foto: Hujan turun di sejumlah titik di Kota Bengkulu pada Minggu (27/9/2026) pagi. — Sumber: ANTARA

"Menjelang musim penghujan yang diperkirakan BMKG akan terjadi pada Oktober 2026 maka antisipasi yang dilakukan oleh BPBD mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk membersihkan saluran air dari sampah, menjaga kebersihan lingkungan guna mengantisipasi terjadinya banjir," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, di Bengkulu, Minggu (27/9).

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi berbagai kejadian yang dapat muncul saat hujan deras maupun angin kencang. 

Ia mengatakan BPBD Kota Bengkulu juga terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim penghujan, salah satunya yaitu menyiagakan personel selama 24 jam untuk merespons setiap kejadian yang membutuhkan penanganan.  

Serta menyiagakan tim unit reaksi cepat (URC) yang akan langsung ke lokasi jika terjadi bencana guna mempercepat proses penanganan dan membantu masyarakat terdampak.

Di sisi lain, BPBD mengimbau masyarakat tidak menunggu terjadinya bencana untuk melakukan langkah pencegahan.  

Made menerangkan bahwa masyarakat dapat melakukan pencegahan seperti memastikan saluran air tidak tersumbat dan mengantisipasi pohon rawan tumbang, dan lainnya.

Sementara itu, saat ini kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti hujan, dan angin kencang yang terjadi sehingga berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi. 

Anshar meminta agar masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar rumah, menghindari berteduh maupun memarkirkan kendaraan di bawah pohon besar dan papan reklame ketika hujan lebat serta angin kencang melanda guna mengurangi risiko bencana saat cuaca buruk terjadi. 

Sebab, kondisi tersebut dinilai berbahaya karena pohon maupun reklame berisiko tumbang sewaktu-waktu. 

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.