Menpar Tawarkan Peluang Investasi Wisata Bahari Indonesia kepada Investor di Monako
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 08:45 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasKesenjangan antara besarnya potensi wisata bahari dan ketersediaan infrastruktur tersebut membuka ruang bagi investasi baru, terutama untuk pembangunan marina, penambahan kapasitas tempat berlabuh, serta pengembangan layanan pendukung industri yacht.
Peluang itu semakin besar karena fasilitas marina dan pelabuhan yacht saat ini masih banyak terkonsentrasi di wilayah barat dan tengah Indonesia. Sementara sejumlah destinasi diving dan snorkeling unggulan berada di kawasan timur Indonesia.
Oleh karena itu, pengembangan marina berstandar internasional di berbagai destinasi strategis dinilai penting untuk memperluas konektivitas wisata bahari, meningkatkan kapasitas berlabuh, memperkuat layanan bagi yacht, sekaligus membuka investasi baru di daerah.
“Kami mengundang para pengembang dan operator marina, investor yacht, serta para pelaku ekosistem lainnya untuk menjadi bagian dari babak berikutnya dalam pengembangan wisata bahari Indonesia,” kata Menteri Pariwisata.
Pemerintah berharap investasi di sektor wisata bahari tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur pariwisata, tetapi juga menghasilkan multiplier effect bagi perekonomian daerah.
Selama menghadiri “The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous”, Menteri Pariwisata mengikuti sejumlah agenda strategis. Dalam rangkaian hari pertama “The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous”, Menteri Pariwisata mengikuti Indonesia Industry Lunch Meeting dan private viewing bersama perwakilan Yacht Club de Monaco, Claudia, serta mengunjungi pameran industri marina dan yacht.
Menteri Pariwisata juga memperoleh akses khusus untuk meninjau fasilitas Four Seasons Yacht dan melakukan pertemuan dengan Yacht Club de Monaco guna membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan pelayaran bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Memasuki hari kedua, Menteri Pariwisata menghadiri pembukaan “The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous” sekaligus menyampaikan keynote speech.
Rangkaian agenda dilanjutkan dengan pertemuan bersama Wakil Menteri Perhubungan Mesir, penyelenggara M3 Monaco, dan Yacht Club de Monaco, serta closed-door session yang mempertemukan delegasi industri maritim Indonesia dengan calon investor, konsultan, dan penyedia teknologi inovasi. Forum tersebut menjadi momentum untuk membuka peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan pariwisata maritim Indonesia.
Sejumlah peluang kerja sama yang dijajaki mencakup pengembangan pendidikan dan pelatihan crew di Indonesia melalui kolaborasi dengan politeknik pariwisata dan perguruan tinggi, termasuk program pelatihan, standardisasi, sertifikasi, dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Selain itu, dibahas pula peluang penyusunan masterplan pengembangan marine tourism, khususnya sektor cruise dan yacht, yang mencakup transformasi ekosistem secara menyeluruh. Indonesia juga berpeluang melakukan benchmarking dengan Monako, memperkuat promosi pariwisata maritim, serta membuka akses business matching dengan investor dan mitra teknologi internasional.
Menteri Pariwisata menghadiri event tersebut bersama para delegasi Indonesia, yang terdiri dari para pemilik proyek dari Bali, Labuan Bajo, Tanjung Lesung, dan Lombok. Kesempatan ini menghubungkan mereka dengan pelaku global, membawa standar dunia ke Indonesia, dan membawa Indonesia ke dunia.
Kehadiran para delegasi ini, sekaligus menunjukkan komitmen semua pihak dalam mewujudkan ekosistem wisata bahari yang berkualitas dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!