Meski Dukung Arab Saudi, AS Tetap Tak Lancarkan Serangan Ofensif ke Yaman

Senin, 21 Sep 2026, 03:05 WIB

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) tidak akan melancarkan serangan ofensif terhadap gerakan Syiah Ansar Allah di Yaman, atau yang dikenal sebagai Houthi, untuk mendukung Arab Saudi. 

“Tidak ada serangan ofensif,” kata seorang pejabat AS kepada CNN.

Ket. Foto: Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: Mandel NGAN/AFP

Presiden AS Donald Trump berulang kali menegaskan bahwa negaranya sama sekali tidak akan terlibat dalam serangan langsung terhadap posisi Houthi di Yaman.

AS meyakini bahwa Arab Saudi saat ini telah memiliki semua yang diperlukannya untuk melawan kelompok Houthi, kata pejabat lain AS, dengan menyebut bantuan tersebut antara lain perluasan saling berbagi data intelijen dan data sasaran.

Adapun media Lebanon Al Mayadeen pada Kamis melaporkan bahwa Arab Saudi berupaya mencapai kesepakatan dengan kelompok Houthi melalui bantuan perantara.

Sebelum permusuhan dan saling serang antara Houthi dan Arab Saudi kembali memanas sejak pertengahan Juni, Yaman telah menuntut serangkaian syarat kepada Riyadh.

Mereka meminta Arab Saudi untuk menyepakati pertukaran tahanan, pencabutan blokade terhadap bandara-bandara di Yaman utara, dan membayar kompensasi atas kerusakan terhadap infrastruktur dan populasi sipil di wilayah Yaman yang dikontrol kelompok Houthi sepanjang konflik dalam 12 tahun terakhir.

Kelompok bersenjata Houthi, yang saat ini menguasai wilayah utara Yaman, Sabtu (19/9) menyatakan telah melancarkan dua operasi militer yang menyasar sejumlah target di Arab Saudi.

Serangan itu menargetkan ibu kota Arab Saudi, Riyadh, serta fasilitas pengolahan minyak yang dioperasikan oleh perusahaan milik pemerintah Saudi, Aramco, di wilayah barat negara tersebut.

“Operasi militer pertama diarahkan pada fasilitas-fasilitas strategis yang penting di ibu kota Saudi, Riyadh, dan operasi kedua menyasar fasilitas Aramco di Yanbu,” ungkap juru bicara militer Houthi Yahya Saree melalui aplikasi pesan Telegram.

Sementara itu, juru bicara Koalisi Arab Mayor Jenderal Turki Al-Maliki menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah menembak jatuh sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi pada Sabtu pagi (19/9).

“Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi ke arah kota Riyadh pada Sabtu subuh,” demikian tulis pernyataan tersebut.

Kecaman Liga Arab

Liga Arab sendiri mengecam keras serangan kelompok Houthi dari Yaman yang menargetkan wilayah Taif di Arab Saudi dengan menggunakan pesawat nirawak (drone) pada Sabtu. Organisasi regional itu juga menyampaikan belasungkawa dan simpati mendalam kepada keluarga korban, pemerintah, dan rakyat Kerajaan Arab Saudi, seraya mendoakan kesembuhan bagi korban luka.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat (18/9), juru bicara resmi Liga Arab menegaskan serangan yang terus berlanjut terhadap wilayah Kerajaan Saudi menimbulkan ancaman bagi keamanan negara dan keselamatan warganya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.