- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ukraina Serang Moskwa deng...
Ukraina Serang Moskwa dengan Ratusan 'Drone'
Senin, 21 Sep 2026, 02:50 WIBMOSKWA - Ukraina pada Minggu (20/9) melancarkan serangan bertubi-tubi ke Ibu Kota Moskwa dengan mengerahkan ratusan drone saat warga Russia menuju tempat pemungutan suara pada hari terakhir pemilihan parlemen.
Partai Russia Bersatu yang berkuasa, yang mendukung Presiden Vladimir Putin dan telah memenangkan setiap pemilihan parlemen di Russia sejak 2003, secara luas diperkirakan akan meraih kemenangan lagi di tengah perang Ukraina yang kini memasuki tahun kelima.
Pemilu itu adalah yang pertama sejak Moskwa melancarkan kampanye militer di Ukraina pada tahun 2022 dan dapat memberikan petunjuk tentang opini publik terhadap konflik tersebut, yang merupakan konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Putin telah mendesak warga Russia untuk ikut serta dalam pemilu dengan menyebut pemungutan suara tersebut sebagai bentuk dukungan kepada pasukan Moskwa dan sebagai jawaban kepada mereka yang ingin melemahkan Russia.
Wali Kota Moskwa, Sergei Sobyanin, menuduh Kyiv berupaya mengganggu jalanya pemilu, dengan mengatakan bahwa pertahanan udara Russia telah menembak jatuh lebih dari 1.600 drone Ukraina, 450 diantaranya menuju ke ibu kota Russia.
"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilihan umum. Musuh tidak berhasil," kata Wali Kota Sobyanin di Telegram.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, memuji serangan tersebut dengan mengatakan: "Respons jarak jauh Ukraina memiliki dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskwa tadi malam."
Pemilu di Russia sendiri akan menentukan seluruh 450 kursi untuk majelis rendah Duma Negara Russia dan yang dijadwalkan ditutup pada pukul Minggu sore. Sebagian pihak khawatir periode pascapemilu di Russia akan memicu mobilisasi militer baru, serupa dengan pengerahan 300.000 pasukan cadangan pada tahun 2022 yang memicu eksodus pria usia wajib militer dari Russia.
Presiden Putin telah membantah rencana tersebut.
Pemilu ini juga berlangsung di tengah meningkatnya gangguan dan kekurangan bahan bakar akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina di Russia, yang berdampak hingga Siberia dan Ural.
Di Moskwa, seorang pemilih mengatakan kepada AFP pada Sabtu (19/9) bahwa mereka frustrasi dengan kondisi ekonomi. "Banyak orang kehilangan pekerjaan. Upah sekarang malah turun, bukan naik," kata Diana, 30 tahun.
Sanksi AS
Sementara itu pada Jumat (18/9) lalu, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah menandatangani rancangan undang-undang yang mengesahkan sanksi baru yang dirancang untuk menekan Russia atas perangnya di Ukraina, setelah Kongres memberikan persetujuannya setelah penundaan selama berbulan-bulan.
Washington DC saat ini tengah berupaya menghidupkan kembali jalur mediasi untuk mengakhiri konflik sementara Moskwa mengintensifkan serangan terhadap Ukraina, meskipun sebagian besar perhatiannya dan amunisinya difokuskan pada perang yang sedang berlangsung melawan Iran.
Undang-undang tersebut, yang disetujui oleh anggota parlemen AS pada pekan lalu, menargetkan sektor energi dan pertahanan Russia, bersama dengan Presiden Putin dan pejabat senior lainnya. RUU tersebut juga akan menargetkan perusahaan dan aktor asing yang mendukung militer Russia, serta memperluas sanksi yang melibatkan Iran.
Rancangan undang-undang ini juga menargetkan apa yang disebut armada tanker siluman Moskwa yang digunakan untuk menghindari sanksi Barat, dan memberi Trump wewenang untuk mengenakan tarif hingga 100 persen kepada pembeli utama minyak dan gas Russia.
Presiden Zelenskyy sebelumnya telah memuji undang-undang tersebut dan berterima kasih kepada para anggota parlemen AS.
âRUU tersebut adalah alat yang sangat ampuh yang dapat menghentikan perang teroris ini dan membawa Russia ke titik di mana mereka harus berdamai," tulis Zelenskyy di X.
"Sanksi harus tegas agar semua upaya perdamaian, termasuk upaya diplomatik bersama kami dengan AS, Eropa, dan teman-teman kita lainnya, dapat berhasil," imbuh Presiden Ukraina itu. AFP/I-1
- moskow
- Volodymyr Zelenskyy
- drone
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha
-
JIF Summit 2026 Resmi Ditutup: Jalin Koneksi Bisnis dan Tindak Lanjut Penandatanganan MoU
-
Atraksi Drone Spektakuler di Bundaran HI, Perjalanan Indonesia Sukses Bikin Terpukau
-
Energi Surya Harus Jadi Andalan! IESR Ungkap Pentingnya Pembangunan PLTS
-
Ukraina akan Mampu Lancarkan Serangan Rudal Balistik Buatan Dalam Negeri ke Russia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.