Trump Ubah Gerbang Kemenangan Washington Jadi Markas Drone dan Sniper

Senin, 21 Sep 2026, 03:01 WIB

WASHINGTON – Sebuah gerbang raksasa yang ingin dibangun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di lokasi bersejarah di Washington akan sekaligus berfungsi sebagai pangkalan drone dan penembak jitu, demikian diumumkan Trump pada 20 September.

“Saya telah menyetujui untuk mengubah Triumphal Arch yang megah... menjadi Kompleks Militer/ Triumphal Arch berstandar tinggi,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. — Sumber: Antara

Menurut Trump, bangunan tersebut akan digunakan untuk “menampung, menyimpan, serta memiliki kemampuan cepat untuk mengerahkan drone dalam jumlah besar, ditambah penembak jitu, baik di area atap maupun plaza, serta menyimpan dalam jumlah besar amunisi untuk penembak jitu.”

“Tidak akan ada fasilitas seperti ini di mana pun di dunia. Dari 59 kota besar dan ibu kota terkemuka, Washington, DC, ADALAH SATU-SATUNYA DI DUNIA yang tidak memiliki Triumphal Arch, tetapi sekarang akan memilikinya dan, jauh, menjadi yang terbesar dari semuanya!” tambah pemimpin AS tersebut.

Struktur raksasa yang diusulkan itu akan dibangun di sepanjang Sungai Potomac, dekat Arlington National Cemetery. Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya Trump untuk memberikan sentuhan pribadinya terhadap ibu kota AS.

Pemerintahan Trump belum meminta masukan dari Kongres terkait perubahan besar terhadap ibu kota AS tersebut.

Karena ukurannya yang sangat besar, bangunan itu akan menghalangi garis pandang antara Lincoln Memorial, salah satu landmark ikonik Washington, dan Arlington National Cemetery, tempat peristirahatan terakhir ratusan ribu anggota militer AS.

Sejak kembali berkuasa pada Januari 2025, Trump meluncurkan serangkaian proyek renovasi, beberapa di antaranya memicu sengketa hukum.

Proyek-proyek tersebut termasuk pembangunan ballroom raksasa dan mahal di Gedung Putih. Untuk proyek itu, Trump memerintahkan pembongkaran seluruh salah satu sayap kediaman kepresidenan.

Proyek lainnya adalah renovasi besar-besaran Reflecting Pool, kolam air berbentuk persegi panjang yang berada di National Mall.

Untuk sementara waktu, Trump juga menempatkan namanya di dinding Kennedy Center, lembaga kebudayaan dan seni yang dinamai berdasarkan Presiden AS John F. Kennedy yang tewas dibunuh. Namun, seorang hakim kemudian membatalkan langkah tersebut.

  • Kebijakan AS

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.