Gunung Bromo dan Lawu Padam, Kini Water Bombing Digencarkan ke Karhutla Gunung Buthak Malang dan Gunung Kawinajang Blitar
Jumat, 18 Sep 2026, 16:52 WIBSURABAYA - Usai meredanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo dan Gunung Lawu, Tim BPBD Jatim kini berfokus pada penanganan Karhutla di kawasan Gunung Buthak Kabupaten Malang dan Gunung Kawinajang Kabupaten Blitar.
Kebakaran hutan di dua wilayah ini mulai terlihat saat Helikopter PK-DAP melakukan observasi pada 13 September 2026. Kala itu, teramati kepulan asap yang cukup tebal di wilayah Gunung Kawinajang.Â
Lantaran lokasinya yang berada di puncak gunung dan kondisinya yang terus membesar, dalam beberapa hari ini, Tim BPBD Jatim pun mulai mengerahkan helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman.Â
Untuk hari ini, Jumat (18/9), hingga pukul 15.00 Wib, aksi pemadaman dengan menggunakan water bombing telah dilakukan sebanyak 16 kali, dengan curahan air sebanyak 16.000 liter.
Water bombing kali ini menyasar sejumlah titik api yang terpantau masih menyala, yakni, di atas Pos Meja Bunder, di kawasan Gunung Malang, di sebelah utara Pos 3 Buthak dan di sebelah utara Pos 4 Batu Tulis.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, selain menggunakan jalur udara dengan water bombing, penanganan Karhutla di kawasan ini juga dilakukan melalui jalur darat oleh Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD Jatim, BPBD Kab. Malang, BPBD Kab. Blitar, TNI, Polri, Manggala Agni dan relawan warga setempat.
Tim gabungan ini dibagi dua gelombang, yang berangkat dari Posko Precet Gunung Kawi menuju Puncak Pitrang, Petak 177 RPH Gendogo, dan area Pos 3 Batu Tulis.
"Gelombang pertama berangkat pukul 03.00 WIB dini hari dan gelombang kedua berangkat pukul 09.00 WIB. Mereka melakukan pemadaman api secara manual dan membuat sekat bakar, guna mencegah api semakin meluas," terang Kalaksa Gatot Soebroto.
Sebelumnya, pada Kamis (17/9), water bombing juga telah dilakukan di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang sebanyak 15 kali dengan curahan air mencapai 15.000 liter.Â
Sedang pada Rabu (16/9), water bombing juga telah dilaksanakan di kawasan ini sebanyak 11 kali dengan curahan air sebanyak 11.000 liter.Â
"Pada hari Selasa, kita juga sempat melakukan dua kali water bombing dengan 2000 liter air yang dicurahkan. Tapi, karena kondisi cuaca dan angin yang sangat kencang pada hari itu. Akhirnya, water bombing tidak bisa dilanjutkan," terang Kalaksa Gatot Soebroto.
Sementara, berdasar data Pusdalops BPBD Jatim, hingga saat ini, luas area terdampak kebakaran hutan di kawasan Gunung Buthak dan Kawinajang telah mencapai sekitar 1.000 hektar.
"Saat ini tim gabungan juga masih terus memantau perkembangan kebakaran di area ini," terangnya.
Selain di Gunung Buthak dan Kawinajang, saat ini Karhutla juga menimpa kawasan Gunung Wilis di Kabupaten Nganjuk, dengan area terdampak mencapai sekitar 50 hektar.
Kebakaran yang awalnya terjadi pada Rabu (16/9), sekitar pukul 06.15 WIB di Petak 24, RPH Gedangklutuk, BKPH Pace, KPH Kediri, Desa Ngliman, Kec. Sawahan ini kini terus ditangani oleh tim gabungan dengan membuat sekat bakar di 4 titik, yakni, di Ngongkrok, Ngunut, Lungur Cilik/Sedepok dan Candi Laras. (*)
- BPBD Jatim
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pungutan Pajak Lewat Marketplace Perlu Jeda, Indef Soroti Kesiapan UMKM
-
Pintu Luncurkan Pintu VIP Private dengan Relationship Manager Pribadi untuk Trader Premium
-
Urai Antrean BBM Subsidi di Pulau Madura, Pertamina Percepat Proses Penyaluran
-
WFH Tak Berlaku bagi ASN Pelayanan Publik, Pramono: Harus Ada di Lapangan!
-
Kebakaran Bromo-Semeru Serentak Ditangani Water Bombing, 24 Ribu Liter Air Dijatuhkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.