Wisata Gunung Bromo Kembali Dibuka Mulai Tengah Malam Nanti

Jumat, 18 Sep 2026, 16:44 WIB

MALANG – Kawasan wisata Gunung Bromo kembali menerima kunjungan wisatawan mulai Sabtu, 19 September 2026 pukul 00.01 WIB. Pembukaan dilakukan setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melakukan evaluasi terhadap kondisi kawasan pascakebakaran hutan dan lahan.

Keputusan tersebut tertuang dalam Pengumuman BB TNBTS Nomor PG.25/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 yang diterbitkan pada Jumat (18/9).

Ket. Foto: Bagi wisatawan yang sebelumnya sudah memiliki tiket kunjungan Bromo untuk periode 19–30 September 2026, BB TNBTS memberikan kepastian bahwa tiket tersebut tetap dapat digunakan sesuai tanggal yang tertera. — Sumber: Istimewa

BB TNBTS menyebut pembukaan kembali dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain keselamatan pengunjung, kondisi serta daya dukung kawasan, keberlanjutan aktivitas wisata, hingga keberlangsungan sosial ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata Bromo.

Meski pintu wisata kembali dibuka, kondisi Bromo belum sepenuhnya lepas dari perhatian petugas. Pemantauan dan pengawasan kawasan tetap dilakukan, sementara pembatasan akses dapat kembali diterapkan apabila situasi di lapangan dinilai membahayakan.

Kepala BB TNBTS mengingatkan wisatawan agar memperhatikan perubahan cuaca dan mengikuti instruksi petugas selama berada di kawasan.

“Utamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan, perhatikan kondisi cuaca, serta ikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan,” demikian imbauan BB TNBTS dalam pengumumannya.

Penutupan dilakukan sejak 12 September

Sebelumnya, kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total sejak 12 September 2026. Kebijakan itu diambil setelah kebakaran yang pertama kali terdeteksi di kawasan Savana Pengol pada 10 September kembali berkembang dan dipengaruhi kondisi angin kencang.

Kementerian Kehutanan mencatat api sempat bergerak ke arah Gunung Kursi dan kemudian kembali berkembang di kawasan Pengol hingga mencapai sekitar Pos Jemplang. Penanganan melibatkan petugas TNBTS, Manggala Agni, BNPB, BPBD, TNI-Polri, pemerintah daerah, masyarakat serta sejumlah unsur lainnya.

Penutupan seluruh pintu masuk Bromo dilakukan agar proses pemadaman dan penanganan kebakaran tidak terganggu oleh aktivitas wisata sekaligus untuk menjaga keselamatan pengunjung.

Wisatawan dilarang membawa sumber api

Dengan dibukanya kembali kawasan, BB TNBTS memperketat perhatian terhadap potensi munculnya kembali karhutla.

Wisatawan dilarang membuat api unggun atau perapian, membakar benda apa pun, maupun membuang puntung rokok, korek api dan benda lain yang dapat menjadi sumber api.

Pengunjung juga diminta tidak mengganggu aktivitas patroli, pemantauan maupun penanganan kebakaran yang masih berlangsung. Apabila menemukan asap, bara atau titik api, wisatawan diminta segera melaporkannya kepada petugas.

Aturan tersebut menjadi bagian penting dari pembukaan kembali Bromo, mengingat kondisi musim kemarau membuat vegetasi berupa rerumputan lebih mudah terbakar dan angin dapat mempercepat penyebaran api.

Tiket yang sudah dibeli tetap berlaku

Bagi wisatawan yang sebelumnya sudah memiliki tiket kunjungan Bromo untuk periode 19–30 September 2026, BB TNBTS memberikan kepastian bahwa tiket tersebut tetap dapat digunakan sesuai tanggal yang tertera.

Wisatawan tidak perlu membeli tiket baru. Namun tiket tersebut tidak dapat dijadwalkan ulang maupun dikembalikan.

Dengan pembukaan kembali ini, aktivitas pariwisata Bromo mulai dipulihkan setelah lebih dari sepekan kawasan tersebut ditutup akibat karhutla. Meski demikian, pengunjung tetap diminta menempatkan keselamatan dan pencegahan kebakaran sebagai perhatian utama selama berada di kawasan konservasi.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.