• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sennheiser Perkenalkan Sis...

Sennheiser Perkenalkan Sistem Wireless Audio Spectera di Indonesia

Kamis, 17 Sep 2026, 15:22 WIB

JAKARTA — Sistem audio nirkabel untuk kebutuhan produksi profesional semakin diarahkan pada pengelolaan perangkat yang lebih terintegrasi. Di Indonesia, Sennheiser memperkenalkan Spectera, ekosistem wideband dan bidirectional digital wireless yang dirancang untuk mengelola berbagai kebutuhan audio profesional dalam satu sistem.

Peluncuran Spectera di Indonesia juga menjadi momentum pengenalan Spectera SKM, handheld transmitter terbaru yang dijadwalkan mulai tersedia di pasar Indonesia pada kuartal IV 2026. Perangkat tersebut memperluas penggunaan ekosistem Spectera ke aplikasi mikrofon genggam untuk kebutuhan live sound, teater, siaran, hingga rumah ibadah.

Ket. Foto: Sistem audio nirkabel Spectera. Teknologi ini diperkenalkan di Indonesia dengan mengusung fitur wideband dan komunikasi dua arah untuk mendukung efisiensi produksi audio profesional. — Sumber: Sennheiser Asia

Spectera menggunakan teknologi Wireless Multichannel Audio Systems (WMAS) yang dikembangkan Sennheiser. Teknologi tersebut memungkinkan beberapa sambungan audio beroperasi melalui satu kanal RF wideband.

Dalam konfigurasi tersebut, satu Spectera Base Station dapat menangani hingga 64 audio link, yang terdiri atas 32 input dan 32 output, dalam perangkat berukuran 1U. Arsitektur komunikasi dua arah juga memungkinkan teknisi audio memperoleh informasi mengenai kondisi sistem secara berkelanjutan.

Pemantauan tersebut mencakup level audio, performa frekuensi radio (RF), hingga status baterai perangkat. Kemampuan remote monitoring menjadi salah satu bagian penting dari sistem karena memungkinkan teknisi melakukan pemantauan tanpa harus memeriksa setiap perangkat secara langsung.

“Pengelolaan wireless dapat dengan cepat menjadi kompleks dalam produksi berskala besar, terutama ketika harus menangani mikrofon, in-ear monitoring, dan koordinasi RF secara bersamaan,” ujar Sales Director Sennheiser Asia, Roland Lim, melalui siaran pers pada Kamis (17/9/2026).

Menurut Roland, Spectera dirancang untuk mengintegrasikan berbagai elemen tersebut dalam satu ekosistem sehingga konfigurasi dan pengelolaan sistem wireless dapat dilakukan secara lebih terpusat.

Pengelolaan Mikrofon dan IEM Terintegrasi

Selain perangkat keras, ekosistem Spectera dilengkapi perangkat lunak untuk membantu proses konfigurasi dan pemantauan sistem.

SoundBase menyediakan fungsi pengendalian dan pemantauan volume serta pengaturan in-ear monitoring (IEM), termasuk informasi mengenai status RF dan baterai. Sementara itu, Spectera WebUI menyediakan antarmuka untuk konfigurasi serta pemantauan sistem.

Integrasi tersebut memungkinkan tim audio mengelola mikrofon wireless, perangkat IEM, serta sejumlah parameter sistem melalui lingkungan pengelolaan yang sama.

Pendekatan tersebut menjadi relevan dalam produksi yang menggunakan banyak perangkat wireless sekaligus. Semakin banyak mikrofon, IEM, dan perangkat transmisi yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap koordinasi frekuensi, pemantauan sinyal, serta pengelolaan daya perangkat.

Spectera SKM Perluas Pilihan Mikrofon Handheld

Perangkat baru yang diperkenalkan dalam ekosistem tersebut adalah Spectera SKM handheld transmitter. Perangkat ini membawa arsitektur wideband dan komunikasi dua arah Spectera ke penggunaan mikrofon genggam.

Spectera SKM dijadwalkan mulai dikirimkan ke Indonesia pada kuartal IV 2026. Perangkat tersebut akan tersedia dalam varian UHF dan 1,4 GHz untuk kebutuhan produksi profesional.

Dari sisi rancangan, SKM menggunakan bodi aluminium anodized dengan bentuk yang ramping serta layar OLED. Perangkat ini juga kompatibel dengan berbagai kapsul mikrofon dari Sennheiser dan Neumann.

Koneksi dua arah dengan Spectera Base Station memungkinkan sejumlah parameter perangkat dipantau dari jarak jauh. Informasi yang tersedia antara lain status baterai, performa RF, level audio, kekuatan sinyal, serta kualitas koneksi.

Pengaturan seperti gain dan low-cut juga dapat dilakukan secara remote. Fitur tersebut memberikan alternatif pengelolaan bagi teknisi yang menangani produksi dengan banyak perangkat mikrofon secara bersamaan.

Telah Digunakan dalam Sejumlah Produksi di Indonesia

Dalam peluncuran di Bengkel Space, SCBD, Jakarta, Sennheiser memperlihatkan penerapan Spectera dalam lingkungan produksi audio profesional.

Sistem tersebut telah digunakan di sejumlah lingkungan produksi di Indonesia, antara lain Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), konser “Raisa's Love & Let Go”, serta Festival Pagelaran Sabang Merauke. Penggunaan pada berbagai jenis produksi tersebut memperlihatkan fleksibilitas sistem wireless dalam menangani kebutuhan pertunjukan ruang tertutup hingga konser skala besar.

Dalam acara peluncuran, peserta mendapat kesempatan menyaksikan penggunaan Spectera melalui pertunjukan musik live dan pertunjukan musikal. Demonstrasi tersebut memperlihatkan proses pengelolaan sistem secara langsung, termasuk fungsi komunikasi dua arah dan remote monitoring.

Bagi teknisi audio, kemampuan ini memudahkan pemantauan kondisi perangkat secara real-time tanpa perlu melakukan pemeriksaan manual satu per satu. Kehadiran Spectera SKM melengkapi ekosistem ini untuk kebutuhan produksi yang mengandalkan mikrofon genggam, dengan ketersediaan resmi di Indonesia mulai kuartal IV 2026.

  • mikrofon
  • Sennheiser
  • teknologi audio
  • audio profesional
  • Spectera
  • Wireless Audio
  • Sistem Nirkabel
  • In-Ear Monitoring
  • Produksi Audio
  • RF
  • Live Sound

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.