• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 41,9 Persen Peserta Dewasa...

41,9 Persen Peserta Dewasa CKG Mengalami Gigi Berlubang, Perawatan Oral Care Jadi Perhatian

Kamis, 17 Sep 2026, 15:47 WIB

JAKARTA — Masalah kesehatan gigi masih menjadi salah satu perhatian dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Data Kementerian Kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga akhir Oktober 2025 menunjukkan 41,9 persen peserta dewasa mengalami karies gigi atau gigi berlubang.

Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan gigi masih cukup luas di masyarakat. Di sisi lain, perhatian terhadap perawatan gigi juga mulai berkembang, tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi mencakup kebersihan dan tampilan gigi dalam aktivitas sehari-hari.

Ket. Foto: Ilustrasi menyikat gigi dengan pasta gigi usmile. Data Cek Kesehatan Gratis menunjukkan 41,9 persen peserta dewasa mengalami gigi berlubang. Kandungan dalam pasta gigi dapat membantu menjaga kebersihan dan mengurangi noda gigi. — Sumber: usmile

Kondisi gigi menjadi bagian dari penampilan ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain, baik dalam lingkungan kerja maupun dalam aktivitas sosial. Perubahan perhatian konsumen tersebut turut mendorong berkembangnya produk perawatan mulut dengan kandungan yang dirancang untuk kebutuhan tertentu.

Kandungan Pasta Gigi untuk Membantu Mengurangi Noda

Sejumlah bahan dalam pasta gigi digunakan untuk membantu menjaga kebersihan dan tampilan permukaan gigi. Salah satunya adalah baking soda yang dikenal memiliki kemampuan membantu membersihkan dan mengangkat noda pada permukaan gigi.

Baking soda juga dapat dikombinasikan dengan tetrasodium pyrophosphate. Bahan ini digunakan dalam sejumlah formulasi produk oral care dan dapat membantu mengurangi kecenderungan noda tertentu untuk kembali menempel pada permukaan gigi.

Kombinasi bahan tersebut lebih berkaitan dengan pengendalian noda pada permukaan gigi. Sementara itu, pencegahan karies tetap membutuhkan kebiasaan menjaga kebersihan mulut, termasuk menyikat gigi secara teratur dengan pasta gigi ber-fluoride serta pemeriksaan gigi sesuai kebutuhan.

Dalam salah satu produk oral care yang dipasarkan di Indonesia, kombinasi baking soda, tetrasodium pyrophosphate, dan calcium carbonate digunakan dalam formulasi yang ditujukan untuk membantu membersihkan dan memoles permukaan gigi.

Calcium carbonate dapat berfungsi sebagai bahan abrasif dalam pasta gigi untuk membantu menghilangkan kotoran dan noda permukaan. Efek pembersihan tersebut dapat membantu mempertahankan tampilan alami gigi, terutama bagi konsumen yang sering mengonsumsi makanan dan minuman berwarna.

Minat terhadap Produk Oral Care Spesifik Meningkat

Perhatian konsumen terhadap kebutuhan oral care juga tercermin dalam perkembangan penjualan produk perawatan gigi. usmile Indonesia melaporkan pertumbuhan penjualan melalui kanal e-commerce sebesar 182 persen selama periode Ramadan Februari–Maret 2026. Pertumbuhan kembali tercatat pada Juni dan Juli 2026, masing-masing sebesar 31 persen dan 62 persen.

Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan adanya perhatian konsumen terhadap produk oral care dengan manfaat yang lebih spesifik.

“Konsumen kini mulai memperhatikan bukan hanya fungsi produk, tetapi juga kandungan dan teknologi di baliknya. Hal ini tercermin dari performa usmile Strength White yang menjadi Top Oral Care Product di TikTok Shop pada Agustus 2026,” ujarnya melalui siaran pers pada Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, pengembangan produk berbasis sains yang dikaitkan dengan kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam kategori perawatan mulut.

Kesegaran Napas Jadi Bagian dari Perawatan Mulut

Perawatan oral care tidak hanya berkaitan dengan gigi berlubang atau noda pada permukaan gigi. Kesegaran napas juga menjadi bagian dari kesehatan dan kenyamanan dalam beraktivitas.

Data CKG Kementerian Kesehatan yang dikutip dalam materi tersebut menunjukkan sekitar satu dari dua peserta mengalami masalah gigi dan mulut, termasuk gigi berlubang, gigi goyang, hingga gusi turun.

Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa kebersihan mulut yang kurang terjaga, plak, karies, gingivitis, dan periodontitis merupakan sejumlah faktor lokal yang dapat berkontribusi terhadap munculnya halitosis atau bau mulut. Oleh karena itu, pengelolaan bau mulut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan produk penyegar napas, tetapi juga perlu memperhatikan kebersihan gigi dan mulut secara keseluruhan.

Salah satu pendekatan formulasi yang digunakan pada produk oral care adalah pemanfaatan bahan yang ditujukan untuk membantu mengendalikan senyawa penyebab bau. usmile Fresh White, misalnya, menggunakan Apple Polyphenols dan Zinc Glycinate dalam formulanya.

Apple Polyphenols diklaim membantu menghambat metabolisme bakteri yang menghasilkan senyawa penyebab bau, sedangkan Zinc Glycinate digunakan untuk membantu mengikat senyawa sulfur yang berkaitan dengan aroma tidak sedap.

Pendekatan tersebut menempatkan kesegaran napas sebagai salah satu aspek dalam rutinitas perawatan mulut, di samping kebersihan gigi dan gusi.

Edukasi dan Inovasi dalam Perawatan Oral Care

Pengembangan produk oral care juga diikuti dengan kegiatan komunikasi dan edukasi kepada konsumen. usmile pada 2026 memperoleh penghargaan dalam ajang PR of the Year pada kategori Creative Reputation Program.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari aktivitas perusahaan dalam mengembangkan program yang menggabungkan edukasi, inovasi, dan kebutuhan konsumen dalam perawatan kesehatan mulut.

Di tengah masih tingginya angka masalah gigi dan mulut, perawatan sehari-hari tetap menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan gigi. Menyikat gigi secara teratur, menggunakan pasta gigi yang sesuai, membersihkan sela gigi, serta melakukan pemeriksaan ke dokter gigi dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mulut.

Sementara itu, produk dengan kandungan tertentu dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tambahan, seperti membantu mengendalikan noda permukaan atau menjaga kesegaran napas. Klaim manfaat setiap bahan tetap perlu dilihat berdasarkan fungsi, konsentrasi, cara penggunaan, serta bukti ilmiah yang mendukungnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.