Pemkab Bogor Memprioritaskan Warga Sekitar Menjadi Tenaga Kerja PSEL
Kamis, 17 Sep 2026, 22:57 WIBKabupaten Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat memprioritaskan masyarakat sekitar untuk menjadi tenaga kerja pada fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Galuga.
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Kabupaten Bogor, Kamis, mengatakan komitmen penyerapan tenaga kerja lokal telah dikomunikasikan sejak awal rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut.
"Komitmen kita bersama-sama, tenaga kerja adalah dari masyarakat sekitar," kata Rudy usai peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1.
Ia menjelaskan pembangunan fasilitas PSEL diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga dua tahun sebelum dapat beroperasi.
Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah sekitar 1.500 hingga 2.000 ton per hari. Namun, Rudy menyebut kapasitas mesin yang dipasang nantinya tidak menutup kemungkinan dapat lebih dari 2.000 ton per hari.
Menurut dia, peningkatan kapasitas diperlukan mengingat timbulan sampah Kabupaten Bogor saat ini mencapai sekitar 3.000 ton per hari.
Angka tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Bogor sekitar 6,1 juta jiwa dengan asumsi setiap penduduk menghasilkan sekitar 0,5 kilogram sampah per hari.
"Belum ditambah Pemerintah Kota Bogor. Maka dengan kondisi pabrik yang didirikan sekarang belum dapat menyelesaikan 100 persen," ujarnya.
Meski demikian, Rudy mengatakan pembangunan PSEL akan mengubah pola penanganan sampah di Galuga karena sampah yang masuk tidak lagi hanya ditumpuk dengan sistem open dumping, melainkan diproses.
Sampah baru akan dimanfaatkan sebagai bahan baku PSEL untuk menghasilkan energi listrik, sedangkan timbunan sampah lama di Galuga akan ditangani melalui teknologi pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar minyak.
Pemkab Bogor juga tetap menjalankan program pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga dan desa untuk mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke Galuga.
Menurut Rudy, penanganan dari hulu diperlukan agar keberadaan fasilitas pengolahan sampah skala besar di Galuga diimbangi dengan pengurangan timbulan sampah dari sumbernya.
PSEL Bogor Raya 1 memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun dan ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
Proyek tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja serta menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai listrik bagi lebih dari 100.000 rumah di wilayah Bogor Raya.
- Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BRIN Dorong Penguasaan “Green Skill” Hadapi Era Society 5.0
-
Peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi
-
Tingkatkan Kualitas Makanan Warga, Ikan Jadi Alternatif Protein Hewani Bantu Tingkatkan Gizi
-
Pengenalan Literasi Braille Digelar di Perpustakaan Jakarta
-
BI: Penjualan Produk UMKM pada Pameran KKI 2026 Naik 46 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.