Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
Kamis, 17 Sep 2026, 12:55 WIBBEKASI â Ketergantungan Indonesia terhadap impor grease atau gemuk pelumas bakal dipangkas. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meresmikan Shell Grease Manufacturing Plant (GMP) di Marunda, Bekasi, Selasa (15/9), sebagai senjata baru substitusi impor.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pabrik ini penting karena produk yang selama ini didatangkan dari luar negeri kini bisa diproduksi di dalam negeri.
âBagi Pemerintah, investasi ini penting karena menghadirkan kapasitas produksi dan teknologi manufaktur baru, sekaligus memperkuat keterkaitan dengan industri pendukung di dalam negeri,â ujar Agus.
Data Kemenperin mencatat, pada 2025 Indonesia masih mengimpor grease dengan kode HS 27101944 sekitar 22.377 ton. Dari jumlah itu, hampir separuhnya atau 11.757 ton adalah produk Shell merek Shell Gadus yang diimpor.
Dengan beroperasinya GMP Marunda yang berkapasitas 12.000 ton per tahun, impor Shell Gadus tersebut kini bisa disetop dan diganti produksi lokal.
âDengan kapasitas tersebut, GMP Marunda berdasarkan data Shell, termasuk dalam tiga besar fasilitas grease Shell secara global. Ini menunjukkan Indonesia memiliki posisi penting,â kata Menperin.
Pabrik grease ini melengkapi pabrik pelumas Shell yang sudah ada di Marunda, yakni Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) yang sejak pengembangan 2022 kapasitasnya mencapai 300 juta liter per tahun.
Menperin menyebut langkah substitusi impor ini sejalan dengan kinerja positif industri manufaktur. Pada Triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen y-o-y, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,29 persen.
Selain mengurangi impor, pabrik ini juga memperkuat ekosistem industri dalam negeri. Saat ini Shell telah melibatkan lebih dari 50 vendor domestik dengan nilai pengadaan sekitar Rp30 miliar per tahun.
âKeterlibatan vendor domestik menjadi fondasi yang baik untuk membangun ekosistem rantai pasok yang semakin kuat. Ke depan, local sourcing dapat terus diperluas, terutama untuk bahan baku, kemasan, dan jasa industri,â tutur Agus.
Menperin juga mengapresiasi penerapan teknologi modern dan otomasi di pabrik tersebut, serta aspek keberlanjutannya. Kawasan LOBP Marunda telah memanfaatkan panel surya yang menghasilkan 1,1 juta kWh per tahun atau 17 persen kebutuhan listrik, serta energy monitoring system dan rainwater harvesting.
Ke depan, Menperin berharap pabrik Marunda tidak hanya memenuhi pasar domestik untuk substitusi impor, tetapi juga menjadi basis ekspor regional dan global.
âKita mulai dari Indonesia, memperkuat Indonesia, dan pada saatnya membawa produk yang dibuat di Indonesia ke pasar regional dan global,â pungkasnya.
- Kementerian Perindustrian
- Menperin Agus Gumiwang
- Pabrik gemuk shell
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Shell Resmikan Pabrik Gemuk di Marunda, Perkuat Rantai Pasok Pelumas Dalam Negeri
-
Harum di Luar Negeri, IKM Parfum Binaan Kemenperin Tembus Pasar Papua Nugini
-
Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
-
Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei Tewaskan 3 Pekerja, Kemenperin Soroti Lemahnya K3
-
Dari Batik hingga Kriya! Produk Jogja Kini Dikemas Lebih Modern Biar Tembus Pasar Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.