El Nino Makin Menggila, Stok Beras Dijamin Aman

Kamis, 17 Sep 2026, 00:00 WIB

JAKARTA — Pemerintah memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih cukup kuat untuk menghadapi musim kemarau dan dampak El Nino. Hingga pertengahan September 2026, stok CBP tercatat sekitar 4,6 juta ton, sementara penyaluran melalui berbagai program intervensi sepanjang 2026 telah mencapai sekitar 2,3 juta ton.

Penyaluran tersebut meliputi realisasi penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Januari–Februari sebesar 221,05 ribu ton, SPHP Maret–September 794 ribu ton, bantuan pangan tahap pertama 662,86 ribu ton, bantuan pangan tahap kedua sekitar 584 ribu ton, bantuan bencana dan keadaan darurat 13,1 ribu ton, serta golongan anggaran 58,9 ribu ton.

Ket. Foto: Ketahanan Pangan - Stok Beras Dijamin Aman Hadapi El Nino — Sumber: antara

Dibandingkan September 2025, stok beras pemerintah di Bulog meningkat 18 persen dari 3,9 juta ton menjadi 4,6 juta ton. Sementara total penyaluran melonjak 191 persen, dari 790,8 ribu ton pada September 2025 menjadi sekitar 2,3 juta ton pada September 2026.

“Kondisi pangan, khususnya beras, masih aman meski menghadapi berbagai tekanan global, termasuk krisis pangan, energi, air, dan El Nino ekstrem yang disebut BMKG sebagai yang terberat,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu (16/9).

Bapanas optimistis program intervensi perberasan sepanjang 2026 dapat lebih digerojok. Penambahan kuantum program SPHP beras untuk menyasar daerah yang mengalami fluktuasi harga beras menjadi target pemerintah.

Penyaluran Ditingkatkan

Sementara itu, Direktur Operasi Perum Bulog Andi Afdal menjelaskan penyaluran CBP ke masyarakat sejak awal September digenjot. Namun meskipun stok beras Bulog berada di bawah angka 5 juta ton, ini masih aman dan memadai untuk menopang berbagai program intervensi perberasan.

"Kalau akhir bulan lalu, stok CBP kita masih di atas 5 juta ton. 5,2 juta ton. Seiring dengan kita menggelontorkan melalui bantuan pangan maupun SPHP, CBP kita sekarang relatif masih aman di atas 4 juta ton. Tapi memang terjadi penurunan yang cukup banyak sekitar 500 ribu ton, kita keluarkan di awal September sampai pertengahan September ini," terang Andi.

Andi meminta dukungan dari segenap pemerintah daerah untuk berkolaborasi bersama Bulog yang ada di seluruh penjuru negeri. Ia memastikan stok tersedia di seluruh daerah. "(Kepada) pemerintah daerah, mohon izin untuk dibantu berkolaborasi terus menerus, dengan catatan bahwa kita sudah punya tambahan kuota 1 juta ton, mulai dari September 2026 sampai Maret 2027. Harapan kita tidak ada hambatan lagi, ketersediaan kalau stok ini tersedia insya Allah di setiap gudang-gudang Bulog terdekat yang ada di seluruh daerah," beber dia.

Adapun kondisi harga beras secara nasional dalam pantauan Bapanas mulai mengalami depresiasi secara gradual. Per 13 September rerata harga beras medium secara nasional atau gabungan dari 3 zona berada di 13.669 rupiah per kilogram (kg). Ini menurun 0,03 persen dibandingkan seminggu sebelumnya. Sementara beras premium di 16.166 ruoiah per kg atau menurun 0,02 persen.

Menilik perkembangan tingkat inflasi khusus beras sampai Agustus 2026 mengalami penstabilan, baik secara tahunan maupun bulanan. Adapun inflasi khusus beras secara tahunan berada di 2,77 persen setelah bulan sebelumnya di 3,10 persen.

Sementara, level inflasi beras secara bulanan sampai Agustus 2026 ikut menurun dengan berada di 0,42 persen setelah bulan lalu di 0,49 persen. Perlu diketahui, inflasi beras secara bulanan selama tahun 2026 ini masih sangat stabil karena belum pernah melampaui angka 1 persen.

  • ketahanan pangan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.