TNI-Polri Harus Tingkatkan Profesionalisme
Kamis, 08 Okt 2026, 03:08 WIBJAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menghadapi perkembangan tantangan keamanan global.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Dudung Abdurachman usai mengikuti taklimat Presiden kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10).
Dudung menyampaikan bahwa dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas kontribusi TNI dan Polri dalam mendukung berbagai program pemerintah.
âTadi atas sumbangsih para TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi termasuk menjaga situasi keamanan saat ini, beliau mengapresiasi,â ujarnya.
Selain menyampaikan apresiasi, Presiden turut memberikan perhatian terhadap penguatan sumber daya manusia TNI dan Polri. Menurut Dudung, sistem rekrutmen ke depan perlu mempertimbangkan kemampuan intelektual calon prajurit maupun anggota kepolisian.
âKemudian harus menyiapkan juga secara profesional baik sistem rekrutmen ke depan itu adalah tidak serta melihat tentang fisik tetapi adalah intelektual. Jadi kalau misalnya masuk tentara atau polisi pakai kacamata boleh tapi dia pintar,â katanya.
Dudung menilai penekanan tersebut tidak terlepas dari tantangan pertahanan dan keamanan masa depan yang makin kompleks. Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan kapasitas personel turut menjadi salah satu perhatian Presiden Prabowo.
âKarena tantangan ke depan ini kan perang hybrid perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentris Bapak Presiden. Kemudian juga tentang situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan satu bagaimana profesionalisme prajurit perlu ditingkatkan baik pendidikan, maupun latihan,â katanya.
Adapun dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menyampaikan dalam pertemuan tersebut dirinya ingin memberi gambaran tentang keadaan yang dihadapi sebagai bangsa dan negara.
âSengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemerintahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara,â ujar Presiden.
Kepercayaan Rakyat
Presiden juga meminta 800 perwira tinggi TNI dan Polri tidak mengedepankan ego sektoral serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas untuk kepentingan masyarakat.
âJaga integritas dan jangan ada ego sektoral. Seluruhnya semata-mata untuk kemudahan dan kesejahteraan rakyat,â demikian arahan Presiden sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet.
Presiden sengaja bertemu langsung dengan para perwira untuk menyampaikan gambaran mengenai keadaan umum bangsa serta sejumlah arahan terkait pelaksanaan tugas TNI dan Polri.
Selain menjaga integritas, Presiden meminta TNI dan Polri memperkuat kekompakan serta kesiapsiagaan operasional dalam menjalankan Âtugas.
Prabowo juga meminta TNI dan Polri menjaga kepercayaan rakyat dengan mengingat jati diri masing-masing sebagai tentara rakyat dan polisi masyarakat.
Presiden menginstruksikan agar pelayanan kepada masyarakat terus diperbaiki serta meminta TNI dan Polri cepat hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi.
TNI dan Polri juga diminta menjadi teladan dalam setiap pelaksanaan tugas, mulai dari tingkat perwira hingga prajurit.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum untuk menyamakan visi, serta memperkuat solidaritas dan sinergi jajaran TNI dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Hal senada juga disampaikan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto bahwa kegiatan ini turut menjadi momentum untuk menerima arahan, kebijakan, dan penekanan Presiden. Ant/S-2
- Institusi Negara
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.