- Home
-
- Megapolitan
-
- Pipa PAM Jaya Pecah Ditabr...
Pipa PAM Jaya Pecah Ditabrak Alat Berat, Wali Kota Jakbar Turun Tangan di Duri Kepa
Kamis, 08 Okt 2026, 02:40 WIBJAKARTA -Â Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) menindaklanjuti dampak kerusakan sekitar empat pipa PAM Jaya yang terkena hantaman alat berat dalam proyek galian milik Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) di kawasan Greenville, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk.Â
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan gangguan tersebut terjadi karena jalur proyek beririsan dengan sejumlah utilitas PAM Jaya di dalam tanah.
"Kami kemari dengan tujuan untuk meninjau proses pekerjaan ini, yang memang multiyears sampai tahun 2027," kata Iin kepada wartawan saat meninjau lokasi proyek, Rabu (7/10).
Dia menyebutkan informasi mengenai gangguan utilitas tersebut utamanya terkait alat berat atau beko yang sempat menabrak pipa PAM Jaya saat proses pengerjaan berlangsung.
"Ketika dalam proses pekerjaan, ada kejadian terkait alat berat (beko) yang menabrak pipa PAM, sehingga agak sedikit terkendala dengan proses itu," ujar Iin.
Pihaknya kemudian langsung berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.
"Kalau memang pipa PAM-nya belum selesai disambung kembali, intinya dari pihak PAM menyediakan tangki-tangki air bersih," tutur Iin.
Sementara itu, Project Manager Proyek Rumah Pompa Dida mengatakan proyek tersebut merupakan pembangunan long storage sepanjang 700 meter.
Proyek itu dikerjakan secara bertahap dan ditargetkan selesai pada Desember 2027, sesuai kontrak.
"Untuk secara teknis, kami saat ini sedang dalam pengerjaan long storage dengan total panjang 700 meter. Waktu pengerjaannya sampai di Desember 2027," ungkap Dida.
Setiap hari, kata dia, pekerjaan tersebut dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Petugas terlebih dahulu melakukan penutupan jalur sebelum melanjutkan pekerjaan pemancangan.
"Kami diizinkan bekerja sampai sore, sekitar pukul 17.00 WIB," imbuh Dida.
Dia pun mengakui jalur proyek tersebut bersinggungan dengan sejumlah utilitas, mulai dari PAM, Telkom, hingga PLN.
Menurut dia, kendala itu muncul karena posisi pasti utilitas bawah tanah tidak selalu diinformasikan secara detail oleh pemilik jaringan.
"Karena jalur kami ini bersinggungan dengan utilitas, terutama PAM, Telkom, dan PLN. Nah, dari pihak utilitas sendiri tidak bisa menginfokan letak pasti titik jalurnya di mana," terang Dida.
Akibatnya, sambung dia, keberadaan utilitas terkadang baru diketahui ketika proses penggalian berlangsung.
"Sehingga memang kejadiannya selalu adalah ketika kami bekerja, baru diketahui di situ ada letak utilitasnya," papar Dida.
Meski demikian, dia memastikan setiap kali terjadi gangguan terhadap utilitas, pihak kontraktor langsung berkoordinasi dengan pemilik jaringan untuk melakukan perbaikan.
Khusus pipa PAM, tercatat sekitar tiga hingga empat titik yang terdampak selama proses pengerjaan.
"Kalau secara titik, kurang lebih ada di tiga sampai empat titik, dan itu sudah langsung diperbaiki oleh pihak PAM," pungkas Dida.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan gangguan sejauh ini hanya terjadi pada jaringan PAM, sementara jaringan listrik PLN tidak terdampak karena pengerjaannya mendapat pendampingan dari pihak PLN.Â
- pemkot jakarta barat
- iin mutmainnah
- pipa pam jaya
- proyek long storage
- duri kepa
- greenville
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Penutupan Bandara Wunopito NTT Kembali Diperpanjang hingga 11 September Pukul 07.00 WITA
-
Kemenpar Jajaki Peluang Kerja Sama Pariwisata dengan Korea Selatan
-
Cegah Seks Bebas dan Narkoba, Jakbar Wajibkan PIK-R di Sekolah
-
Patok Minimal 60 Persen, DPR Minta Pemprov Kaltim Wajibkan Industri Raksasa Pakai UMKM Lokal
-
Misi Sulit Italia Mengakhiri Kutukan Gagal Lolos ke Piala Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.