Pecahkan Teka-Teki Asimetri, Ilmuwan Prancis dan Jepang Raih Nobel Kimia

Kamis, 08 Okt 2026, 03:05 WIB

STOCKHOLM - Duo ilmuwan, Henri Kagan dari Prancis dan Kenso Soai dari Jepang pada hari Rabu (7/10) memenangkan Hadiah Nobel Kimia karena berhasil memecahkan misteri mengapa hanya satu versi dari bentuk bayangan cermin molekul tertentu yang muncul di alam, sebuah penemuan yang sangat penting bagi pengembangan produk farmasi.

Mereka diberi penghargaan atas penemuan efek non-linier dan autokatalisis dalam sintesis organik asimetris.

Ket. Foto: Pemenang hadiah Nobel Kimia, Henri Kagan dari Prancis dan Kenso Soai dari Jepang. — Sumber: Jonathan Nackstrand/AFP

Seperti halnya tangan, semua asam amino ada dalam dua varian yang saling bercermin, tetapi hanya satu di antaranya yang ditemukan dalam protein di sel-sel tubuh.

Sedangkan, yang lainnya jarang ditemukan di alam, sebuah fenomena yang dikenal sebagai “homokiralitas”, demikian penjelasan Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia.

Para ahli kimia telah lama bertanya-tanya bagaimana proses itu terjadi, dan penemuan kedua peraih Nobel tersebut memungkinkan para ahli kimia untuk mendorong reaksi kimia yang mengarah pada homokiralitas.

“Henri Kagan dan Kenso Soai telah memberikan solusi untuk misteri kimia yang telah ada selama lebih dari seabad: bagaimana homokiralitas dapat muncul secara spontan. Reaksi kimia yang mereka kembangkan sangat spektakuler,” kata Ketua Komite Nobel untuk Kimia, Heiner Linke.

“Penemuan mereka sangat menentukan bagi para ahli kimia yang merancang reaksi untuk pembuatan obat-obatan,” kata juri.

Struktur Molekuler

Tahun lalu, hadiah kimia diberikan kepada Susumu Kitagawa dari Jepang, Richard Robson yang lahir di Inggris, dan Omar Yaghi yang berkewarganegaraan Amerika-Yordania karena mengembangkan metode perancangan struktur molekuler.

Penghargaan kimia ini menyusul penghargaan fisika, yang pada hari Selasa memberikan penghargaan kepada fisikawan Belgia Francis Halzen atas karya inovatifnya menggunakan es Antartika untuk menangkap partikel yang berasal dari kosmos yang jauh.

Pada Senin, penghargaan kedokteran diberikan kepada psikiater dan ahli saraf AS Karl Deisseroth serta ilmuwan Jerman Peter Hegemann dan Georg Nagel.

Pemenang penghargaan sastra akan diumumkan pada hari Kamis, dengan beberapa pengamat memperkirakan bahwa Akademi Swedia dapat menindaklanjuti penghargaan tahun lalu kepada Laszlo Krasznahorkai dari Hungaria dengan penghargaan untuk penulis wanita, mungkin dari Amerika Latin.

Penghargaan yang paling ditunggu-tunggu yaitu nobel perdamaian akan diumumkan pada hari Jumat.

Penghargaan bidang ekonomi menutup musim Nobel pada tanggal 12 Oktober.

  • Nobel Kimia

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.