• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bene Dion Angkat Keindahan...

Bene Dion Angkat Keindahan Pariwisata Sumatra Utara Lewat Film Musikal 'Pulang Kampung'

Kamis, 08 Okt 2026, 02:28 WIB

JAKARTA - Sutradara Bene Dion Rajagukguk memadukan keindahan alam dan kekayaan budaya Sumatra Utara ke dalam film musikal terbaru bertajuk "Pulang Kampung". 

Pengambilan gambar dilakukan di berbagai destinasi wisata ikonik yang menonjolkan kekayaan budaya Batak.

Ket. Foto: Sutradara Bene Dion Rajagukguk saat konferensi pers peluncuran cuplikan film "Pulang Kampung" di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (7/10). — Sumber: ANTARA/Abdu Faisal

"Kita mau tunjukkan pariwisata dan keindahan Sumatera Utara melalui adegan 'medley' ini," kata Bene Dion Rajagukguk dalam konferensi pers peluncuran cuplikan film "Pulang Kampung" di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (7/10).

Produser Ernest Prakasa membeberkan total durasi pengambilan gambar untuk keseluruhan film ini berlangsung selama 26 hari, dengan porsi 21 hari di Sumatera Utara dan lima hari di Jakarta. Dari total durasi tersebut, pengambilan gambar khusus untuk adegan medlei menghabiskan waktu selama empat hari.

Untuk mendukung otentisitas lokasi wisata tempat adegan medlei itu diambil, produser Dipa Andika menjelaskan tim produksi menolak penggunaan pemeran figuran yang sama di tempat berbeda guna menjaga kesesuaian demografi warga setempat di setiap lokasi.

Perekrutan disesuaikan dengan kebiasaan dan profil usia warga di masing-masing titik. Saat syuting di area lapo, tim merekrut kelompok bapak-bapak setempat.

Sementara itu, untuk titik lokasi lain yang didominasi perempuan, tim menyesuaikan rentang usianya mulai dari kelompok ibu-ibu usia 30 hingga 60 tahun, serta melibatkan anak muda untuk lokasi seperti Danau Toba dan area wisata air mancur.

"Kalau misalnya Bene melihat, 'Oh di sini biasanya dominannya ibu-ibu. Di sini kita pindah ibu-ibu, tapi umurnya mungkin 30 sampai 40 (tahun), di sana 50 (tahun), di tempat lain 60 (tahun). 'That's why' di setiap tempat kami enggak pakai 'extras' yang sama. 'Extras'-nya kami ganti di setiap tempat," kata Dipa Andika.

Sementara itu, komposer Viky Sianipar merancang aransemen lagu medlei untuk merangkum musik tradisi rumpun etnis Sumatra Utara, meliputi Batak Toba, Karo, Simalungun, hingga Pakpak.

Viky menjelaskan porsi Batak Toba mendominasi komposisi musik sebesar 80 persen, sedangkan unsur etnis lainnya diselipkan melalui struktur medlei.

"Semua lengkap sih, karena pada dasarnya 80 persen ini Batak Toba ya. Tapi kenyataannya ada medlei itu yang mau menunjukkan unsur etnis," kata Viky Sianipar.

Viky memperkirakan, pengerjaan musikal dengan standar internasional seperti film musikal pemenang Oscar, "La La Land" bisa membuat film "Pulang Kampung" mengalokasikan dana tiga kali lipat dari film yang biasa mereka buat.

"Bisa tiga kali film biasa," kata Viky Sianipar.

Film musikal yang menghadirkan nyanyian total sembilan lagu itu dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.

Di dalam cuplikan film "Pulang Kampung", Imajinari juga sekaligus mulai memperkenalkan cuplikan empat lagu yang akan ada di dalam film, yaitu "Jamila", "Pulo Samosir", "Tortorhon Ma", dan "Tirismo Lae Bangkuang".

Lagu "Jamila", Tortorhon Ma", dan "Tirismo Lae Bangkuang” juga dirilis melalui akun Instagram, YouTube, dan TikTok @imajinari.id mulai hari ini.

  • film pulang kampung
  • bene dion rajagukguk
  • ernest prakasa
  • viky sianipar
  • film musikal indonesia

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.