Bupati Luwu Timur Tegaskan Koperasi Merah Putih Siap Perluas Pasar UMKM
Kamis, 08 Okt 2026, 02:25 WIBMAKASSAR -Â Bupati Luwu Timur (Lutim) Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bertujuan memperluas akses pasar serta memperkuat posisi ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah tanpa merampas ruang gerak pelaku usaha lokal.Â
"Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) harus hadir bukan untuk mengambil ruang pelaku usaha kecil, tetapi justru memperluas akses pasar dan memperkuat posisi ekonomi masyarakat, bukannya menjadi pesaingnya," ujarnya melalui keterangan diterima di Makassar, Rabu (7/10).
Ia mengatakan hal itu saat membuka Pekan Expo Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (K-UMKM) Tingkat Sulawesi Selatan Tahun 2026 di daerah setempat.
Di hadapan para pelaku koperasi, UMKM, dunia usaha, serta tamu undangan berasal dari berbagai 23 daerah di Sulawesi Selatan, ia menjelaskan langkah Pemkab Luwu Timur dalam membangun koperasi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi desa.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ujarnya, menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat melalui program KDMP.
"Secara nasional, program ini mendorong lebih dari 80 ribu koperasi untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, dengan lebih dari 1.000 koperasi telah beroperasi sebagai tahap awal," katanya.
Di Luwu Timur, katanya, program tersebut mulai diwujudkan dalam bentuk pembangunan sarana dan penguatan operasional koperasi.
Dari total 128 desa dan kelurahan di daerah setempat, hingga 29 September 2026, tercatat 77 bangunan fisik KDMP telah rampung, sedangkan enam lainnya masih dalam proses pembangunan.
Ia mengatakan penguatan koperasi juga dilakukan melalui dukungan sarana operasional. Sebanyak 68 koperasi telah menerima kendaraan operasional untuk mendukung distribusi barang dan hasil bumi masyarakat, sedangkan 10 koperasi lainnya menunggu proses verifikasi tahap berikutnya.
âAlhamdulillah, Koperasi Merah Putih Luwu Timur masuk tiga besar terbanyak di Sulawesi Selatan,â kata dia.
Selain itu, Luwu Timur juga telah memiliki sembilan Koperasi Nelayan Merah Putih yang diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dan sektor perikanan.
Ia mengatakan pembangunan koperasi di Luwu Timur tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah ingin membangun satu rantai ekonomi yang menghubungkan potensi desa, produksi masyarakat, UMKM, koperasi, hingga pasar.
Pendekatan tersebut dikaitkan dengan Program Pandu Juara (Pembangunan Desa Unggul, Maju dan Sejahtera) yang berfokus pada pengembangan komoditas unggulan di tingkat desa.
Melalui program tersebut, setiap desa didorong untuk mengenali dan mengembangkan kekuatan ekonomi yang dimiliki.
âSetiap desa harus mengenali kekuatan ekonominya sendiri. Ada desa yang unggul pada pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pangan olahan, maupun sektor lainnya,â katanya.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memberikan bantuan keuangan khusus Rp2 miliar per desa. Program ini mulai diterapkan sejak tahun lalu pada 33 desa sebagai percontohan.
- koperasi desa merah putih
- luwu timur
- kdmp
- umkm sulsel
- pekan expo kumkm
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
HKTI Libatkan Petani di Daerah untuk Perkuat Pencegahan Karhutla
-
Tekanan Publik Hantui Juara Loncat Indah Olimpiade Quan Hongchan, Sempat Ingin Pensiun Dini
-
Negosiator AS dan Iran Capai Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari
-
Wakil Ketua MPR Dorong Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Mental Siswa Sekolah
-
Pelayanan Publik Kota Amboon Terus Ditingkatkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.