PT Pertamina Patra Niaga Menjamin Keamanan Produk LPG sesuai Ketentuan BDKT
Selasa, 15 Sep 2026, 10:41 WIBJAKARTA â PT Pertamina Patra Niaga menjamin keamanan produk bahan bakar LPG dengan menerapkan standar sesuai ketentuan barang dalam keadaan terbungkus (BDKT) di seluruh stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPBE) Indonesia.
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga Eko Ricky, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9), mengatakan aspek keamanan merupakan hal penting dan menjadi perhatian serius perusahaan karena berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat yang selama ini menggunakan produk Pertamina termasuk LPG.
"Kami berkomitmen penuh memastikan setiap tabung LPG, yang diterima masyarakat memiliki kuantitas dan kualitas yang tepat sesuai standar. Saat ini, sebanyak 753 SPBE pengisian LPG, baik subsidi maupun nonsubsidi di seluruh Indonesia telah 100 persen menerapkan standar BDKT," ujar Eko Ricky saat mendampingi Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengunjungi SPBE di Fuel Terminal (FT) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).
Hadir pula dalam kunjungan antara lain Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail.
Dalam kesempatan itu, Wamendag Roro menyaksikan langsung proses pengisian tabung gas LPG 3 kg sembari memastikan ketepatan takaran isinya, serta memastikan keamanannya sebelum didistribusikan ke masyarakat.
Eko Ricky menyampaikan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Perdagangan dalam melindungi hak konsumen serta memastikan keandalan pasokan LPG 3 kg di masyarakat.
Sinergi bersama Kementerian Perdagangan, tambahnya, merupakan langkah krusial dalam menjaga transparansi operasional dan kepercayaan konsumen di seluruh Indonesia.
"Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Kementerian Perdagangan, khususnya Direktorat Metrologi dan dinas terkait di daerah, yang intens berkolaborasi mendampingi pengawasan operasional kami di lapangan. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, baik dari segi kuantitas maupun kualitas produk LPG," tutur Eko Ricky.
Roro Esti juga mengapresiasi kesigapan dan keterbukaan Pertamina Patra Niaga dalam menerapkan standar pengawasan mutu yang ketat.
Menurut dia, dalam memastikan konsumen mendapatkan produk dan pelayanan yang prima, dibutuhkan kolaborasi, yang erat dan berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan.
"Pengawasan ini adalah wujud kehadiran pemerintah untuk melindungi hak-hak konsumen secara menyeluruh. Konsumen berhak mendapatkan LPG 3 kg dengan isi dan takaran yang presisi sesuai ketentuan. Kolaborasi yang erat ini penting untuk memastikan rantai distribusi LPG berjalan transparan dan tepat sasaran," ujar Wamendag.
Selain aspek ketepatan takaran, sinergi lintas kementerian dan BUMN ini juga difokuskan pada pengawasan kelancaran rantai pasok nasional di tengah dinamika geopolitik global.
"Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Perdagangan memastikan ketersediaan dan stok LPG di tingkat regional maupun nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi," sebut Eko Ricky.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
ASN di Kepulauan Riau Bisa Cicil Rumah Subsidi hingga 40 Tahun
-
Dompet Dhuafa dan Chubb Life Beri Literasi Keuangan untuk 40 Pegiat UMKM
-
Art Jakarta 2026 Dibuka! 75 Galeri Seni dari Indonesia hingga Asia Ramaikan JIExpo Kemayoran
-
Masyarakat Adat Wehea Secara Intensif Menjaga Hutan Selama Kemarau Panjang
-
Update Cuaca Jakarta Jumat: Seluruh Kota Diprediksi BMKG Berawan Tebal hingga Hujan Ringan
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Alcaraz Atasi Masalah Servis, Singkirkan Michelsen di Babak Pertama Japan Open
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.