Festival Golo Koe 2026 Promosikan Wisata Flores Berkelanjutan

Minggu, 09 Agu 2026, 06:27 WIB

KUPANG - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyatakan Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT, mempromosikan budaya, kepedulian lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pariwisata berkelanjutan di wilayah tersebut.

Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Andhy M.T. Marpaung di Labuan Bajo, Sabtu (8/8), menjelaskan Festival Golo Koe menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya, penguatan spiritualitas, dan perlindungan lingkungan.

Ket. Foto: Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT — Sumber: antara foto

"Festival Golo Koe menunjukkan bahwa pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga tentang makna perjalanan,” katanya.

Dia menjelaskan tema "Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan" bermakna bahwa masyarakat diajak membangun kebersamaan dalam merawat keutuhan ciptaan sekaligus memperkenalkan Flores sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang berkualitas serta berkelanjutan.

Festival Golo Koe yang berlangsung pada 10 hingga 15 Agustus itu, merupakan salah satu Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata yang menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran UMKM ekonomi kreatif dan kuliner, pentas seni budaya Nusantara, kegiatan sosial, edukasi ekologi, hingga karnaval budaya.

Menurut Andhy, festival tersebut turut memperkuat posisi Labuan Bajo Flores sebagai destinasi dengan pengalaman wisata yang beragam, tidak hanya mengandalkan keindahan Taman Nasional Komodo, tetapi juga kekayaan budaya, tradisi, dan nilai spiritual masyarakat Flores.

Ia mengatakan penyelenggaraan Festival Golo Koe diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi akomodasi, aktivitas UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, hingga jasa transportasi lokal.

"Festival ini menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah untuk bersama-sama menghadirkan pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

BPOLBF terus mendorong kolaborasi lintas sektor bersama Keuskupan Labuan Bajo, pemerintah daerah, Kementerian Pariwisata, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan Festival Golo Koe sebagai agenda tahunan.

Rangkaian festival diawali pada 10 Agustus dengan pameran UMKM ekonomi kreatif dan kuliner serta pentas seni budaya Nusantara.

Pada 11 Agustus, kegiatan dilanjutkan dengan Kebangunan Rohani Katolik (KRK), edukasi, dan aksi ekologis. Kemudian pada 12 Agustus digelar kegiatan sosial karitatif, Karnaval Budaya, serta Tarian Kolosal Maria Assumpta Nusantara.

Selanjutnya, pada 13 Agustus digelar Teater Budaya Manggarai dan pertunjukan Caci di Lapangan SMAK Seminari Menengah St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo.

Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara menjadi agenda pada 14 Agustus, sebelum rangkaian festival ditutup dengan Misa Akbar Maria Assumpta Nusantara dan seremoni penutupan pada 15 Agustus.

Melalui tema "Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan", Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 diharapkan memperkuat persaudaraan sekaligus mendorong kepedulian terhadap kelestarian alam Flores.

  • Flores
  • Festival Golo Koe 2026
  • Promosikan Pariwisata Berkelanjutan

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.